Medan-Mediadelegasi: Nama Prof. Dr. dr. Ridha Dharmajaya, Sp.BS(K), kembali menjadi perhatian publik. Sosok yang dikenal sebagai dokter spesialis bedah saraf dan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) itu memiliki rekam jejak panjang di dunia kesehatan sebelum terlibat dalam kontestasi politik lokal di Kota Medan.
Dilansir dari profil dokter yang ditampilkan Alodokter, Prof Ridha Dharmajaya merupakan dokter spesialis bedah saraf yang pernah membuka praktik di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Medan, termasuk Rumah Sakit Umum Malahayati Medan. Selain aktif sebagai praktisi medis, ia juga dikenal sebagai akademisi yang meniti karier hingga meraih jabatan guru besar di lingkungan USU.
Karier Prof Ridha kemudian memasuki babak baru ketika dirinya maju dalam kontestasi Pilkada Medan 2024. Kehadirannya saat itu menarik perhatian karena latar belakangnya yang berasal dari dunia akademik dan kesehatan, berbeda dengan sebagian besar figur politik yang lebih dahulu dikenal publik.
Namun perjalanan politiknya sempat diwarnai polemik. Dilansir dari Viva Medan, Prof Ridha pernah menyoroti persoalan administrasi terkait pencantuman gelar profesor dalam tahapan Pilkada Medan.
Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa muncul tudingan mengenai hilangnya jejak gelar profesor pada sejumlah dokumen dan publikasi yang berkaitan dengan proses pencalonan.
Polemik itu sempat menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan dari sejumlah pihak. Meski demikian, proses Pilkada tetap berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan penyelenggara pemilu.
Terlepas dari dinamika politik yang pernah terjadi, banyak kalangan masih mengenang Prof Ridha sebagai sosok dokter bedah saraf yang berkiprah dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan tinggi di Sumatera Utara. Jejaknya sebagai akademisi, tenaga medis, sekaligus figur yang pernah terjun ke dunia politik menjadikan namanya tetap dikenal luas di Medan dan sekitarnya.
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang dimuat dalam profil Prof. Ridha Dharmajaya di Alodokter serta pemberitaan Viva Medan mengenai polemik pencantuman gelar profesor dalam Pilkada Medan. Informasi disajikan untuk tujuan profil dan dokumentasi perjalanan karier tokoh. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS







