Pemerintah Intensifkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Risiko Bencana dan Lancarkan Pemulihan

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Modifikasi Cuaca. Foto: Ist.

Ilustrasi Modifikasi Cuaca. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah terus mengintensifkan langkah mitigasi bencana dengan mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko hujan ekstrem yang berpotensi menghambat pemulihan infrastruktur serta mengganggu distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa hingga saat ini BNPB masih mengoperasikan dua pesawat OMC. Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dinamika cuaca regional yang dinilai masih sangat fluktuatif dan berpengaruh terhadap intensitas hujan di sejumlah wilayah.

“Seiring masuknya puncak musim hujan, kami terus mengoperasikan OMC dan melakukan evaluasi bersama BMKG. Kondisi atmosfer regional sangat beragam dan memerlukan pemantauan serta penyesuaian strategi secara berkala,” ujar Abdul dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Menurutnya, BNPB membuka peluang untuk melakukan penyesuaian strategi OMC, baik melalui penambahan unit pesawat maupun peningkatan jam operasi hingga 24 jam. Opsi tersebut saat ini masih terus dikaji dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca harian serta efektivitas operasi di lapangan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan OMC untuk mitigasi bencana.

BACA JUGA:  Seskab Teddy: Pemerintah Gercep Siapkan Huntara Sumatera

Upaya pengendalian cuaca menjadi faktor krusial dalam mendukung pekerjaan tim darat yang saat ini difokuskan pada perbaikan dan pemulihan infrastruktur, terutama jalan yang menjadi urat nadi distribusi logistik dan mobilitas warga. Curah hujan tinggi dinilai berpotensi memperlambat proses pemulihan, bahkan memicu bencana susulan seperti banjir dan longsor.

“Cuaca sangat berpengaruh terhadap efektivitas pekerjaan tim darat, khususnya dalam perbaikan dan pemulihan jalan. Hujan dengan intensitas tinggi bisa menghambat pengerjaan, merusak kembali infrastruktur yang sedang diperbaiki, dan membahayakan petugas di lapangan,” kata Aam.

Selain mendukung pekerjaan darat, kondisi cuaca yang kondusif juga menjadi syarat utama bagi kelancaran distribusi logistik melalui jalur udara. BNPB saat ini masih mengandalkan helikopter untuk menjangkau wilayah-wilayah yang akses daratnya belum sepenuhnya pulih, terutama di kawasan Aceh Tengah dan Bireuen.

“Untuk distribusi logistik melalui jalur udara, cuaca yang aman menjadi faktor mutlak. Unit helikopter sangat membutuhkan kondisi cuaca yang kondusif agar keselamatan penerbangan terjamin dan bantuan bisa sampai tepat waktu kepada masyarakat,” ujar Aam.

BACA JUGA:  Kemenhaj Berikan Relaksasi Pelunasan Haji 2026 bagi Jemaah dari Daerah Terdampak Bencana

Dia menegaskan bahwa keselamatan personel dan efektivitas operasi menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. Karena itu, seluruh pelaksanaan OMC dilakukan dengan koordinasi intensif bersama BMKG sebagai otoritas yang menyediakan analisis dan prakiraan cuaca secara komprehensif.

BNPB bersama BMKG terus memantau perkembangan awan hujan, pola angin, serta faktor atmosfer lainnya untuk menentukan waktu dan wilayah yang tepat bagi pelaksanaan OMC. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan agar strategi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Dengan mengintensifkan OMC, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko bencana hidrometeorologi dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan mengikuti informasi serta arahan dari pihak berwenang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru