Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Koperasi Ferry Juliantono secara resmi memperkenalkan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai terobosan strategis pemerintah. Program ini disiapkan secara khusus untuk menjawab tantangan besar terkait keterbatasan lapangan kerja yang saat ini tengah menghimpit masyarakat luas. Fokus utama dari inisiatif ini adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dari level terbawah.
Dalam keterangannya, Ferry menjelaskan bahwa kondisi pasar kerja nasional saat ini sedang berada dalam fase yang cukup menantang. Fenomena ini menyebabkan banyak angkatan kerja muda, terutama generasi Z, menghadapi kesulitan besar dalam mengakses peluang kerja yang stabil dan berkelanjutan. Ketimpangan antara jumlah lulusan dan ketersediaan loker formal menjadi pemicu utama keresahan tersebut.
Menyikapi hal itu, Kopdes/Kel Merah Putih dirancang untuk membuka ruang ekonomi baru yang langsung menyentuh tingkat desa dan kelurahan. Program ini tidak hanya sekadar badan hukum, tetapi mencakup pengelolaan unit usaha koperasi yang beragam. Mulai dari pengelolaan layanan publik lokal hingga penciptaan lapangan kerja yang jauh lebih inklusif bagi warga setempat.
Ferry menegaskan bahwa program ini diharapkan mampu menjadi jawaban konkret atas kegelisahan generasi muda terhadap minimnya kesempatan di sektor formal. Dengan adanya koperasi di setiap desa, para pemuda tidak perlu lagi berbondong-bondong ke kota besar untuk mencari nafkah. Mereka dapat menjadi penggerak ekonomi di tanah kelahiran mereka sendiri melalui wadah koperasi.
Guna memastikan keberhasilan program, Menteri Koperasi meminta agar sosialisasi dan penguatan Kopdes/Kel Merah Putih terus digencarkan. Target utamanya adalah kelompok milenial dan Gen Z yang memang sangat akrab dengan inovasi. Penguatan narasi mengenai potensi koperasi sebagai pilar ekonomi modern perlu disampaikan secara masif kepada kelompok produktif ini.
“Harapannya kita bisa menyasar pada segmen milenial dan Gen Z yang sekarang menjadi perhatian pemerintah. Kita ingin Kopdes ini bisa membantu memecahkan masalah penyediaan lapangan kerja bagi mereka,” ujar Ferry dalam pernyataan resminya pada Selasa, 13 Januari 2026. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memprioritaskan isu pengangguran muda.
Selain aspek sosialisasi, Ferry juga menekankan pentingnya komitmen internal kementerian untuk mengawal program ini agar berjalan sesuai rel. Sinergi dan kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di lapangan. Kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Koperasi pun terus ditingkatkan secara simultan.
Persiapan SDM tidak hanya dilakukan di internal kementerian, tetapi juga merambah hingga ke para pengelola di tingkat desa. Menteri Ferry menyebutkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan modul-modul pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas. Hal ini bertujuan agar manajemen Kopdes Merah Putih tetap profesional dan transparan dalam pengelolaannya.






