Medan-Mediadelegasi: Korps Bela Negara Indonesia (KBNI) Markas Komando Wilayah I/Harimau Andalas Sumatera Utara (KBNI Sumut) menunjukkan komitmennya dalam membela kepentingan petani dengan menyatakan kesiapan penuh untuk membantu mengatasi persoalan kelangkaan dan mahalnya harga pupuk yang selama ini menjadi momok bagi sektor pertanian di daerah.
Langkah Konkret KBNI Sumut
Langkah konkret ini diambil sebagai wujud kepedulian terhadap keberlangsungan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui jalur distribusi mandiri, KBNI berkomitmen untuk menghadirkan pupuk berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pupuk di pasaran.
Kepala Staf IV Logistik dan Keuangan KBNI Sumut, Benny Andhika, ST, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari banyaknya keluhan petani terkait sulitnya memperoleh pupuk subsidi serta melonjaknya harga pupuk nonsubsidi di pasaran. KBNI Sumut melihat bahwa persoalan pupuk ini menjadi salah satu faktor utama yang menghambat produktivitas petani dan mengancam ketahanan pangan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami turun langsung melihat kondisi petani. Harga pupuk mahal dan stok sering kosong. KBNI hadir bukan sekadar wacana, tetapi menjadi solusi nyata agar petani bisa kembali produktif,” ujar Benny, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, meskipun dipasarkan dengan harga yang lebih murah, kualitas pupuk yang disalurkan oleh KBNI Sumut tetap terjamin. KBNI Sumut memastikan bahwa standar mutu tetap menjadi prioritas agar proses tanam hingga panen dapat menghasilkan produksi yang maksimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
“Kami jamin kualitas 100 persen. Tujuannya agar hasil panen petani meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” tegasnya.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/asahan-siap-jadi-pusat-layanan-kesehatan-pantai-timur/
Program pasokan pupuk murah ini diharapkan mampu menekan biaya produksi petani, menjaga ketersediaan stok pupuk saat masa pemupukan, serta meningkatkan pendapatan petani di berbagai wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, petani dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Secara jangka panjang, stabilnya sektor pertanian diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor pertanian yang kuat akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi kemiskinan.
“Jika petani kuat, maka ketahanan pangan terjaga dan ekonomi rakyat bergerak. Inilah makna bela negara versi kami, membela ekonomi masyarakat dari akar rumput,” tambah Benny.
Inisiatif KBNI Sumut ini mendapat sambutan positif dari sejumlah kelompok tani di Sumatera Utara. Mereka berharap agar distribusi pupuk KBNI Sumut dapat menjangkau desa-desa hingga pelosok kabupaten/kota agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh petani. D|Red-Hendra.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












