Jakarta-Mediadelegasi: Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim tampak emosional usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Nadiem dituntut hukuman 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.
Momen Haru Pasca-sidang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan di lokasi, sesaat setelah hakim menutup persidangan, Nadiem langsung beranjak dari kursi terdakwa menuju deretan kursi keluarga. Ia menghampiri ayahnya, Nono Anwar Makarim, dan ibunya untuk bersalaman serta berpelukan.
Tak lama berselang, Nadiem memeluk erat sang istri, Franka Franklin. Dalam suasana haru tersebut, Nadiem yang mengenakan kemeja batik tampak tertunduk lesu saat merangkul keluarganya sebelum meninggalkan ruang sidang.
Rincian Tuntutan dan Uang Pengganti
Dalam amar tuntutannya, Jaksa meyakini Nadiem bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).
”Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nadiem Anwar Makarim dengan pidana penjara selama 18 tahun,” ujar jaksa saat membacakan tuntutan.
Selain hukuman badan, Nadiem juga diwajibkan membayar:
Denda: Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.
Uang Pengganti: Rp 5,6 triliun.
Ketentuan: Jika uang pengganti tidak dibayar, maka akan diganti dengan tambahan pidana penjara selama 9 tahun.
Reaksi Nadiem: “Kenapa Lebih Besar dari Teroris?”
Ditemui usai persidangan, Nadiem Makarim mengaku terkejut dengan beratnya tuntutan yang diajukan jaksa. Ia menilai angka 18 tahun penjara ditambah beban uang pengganti sebagai sebuah “rekor” yang tidak masuk akal.
”Rekor. Lebih besar dari berbagai kriminal-kriminal lain. 18 (tahun) plus 9 (tahun),” kata Nadiem kepada awak media.
Ia juga mempertanyakan dasar hukum yang digunakan jaksa, mengingat ia merasa tidak ada aturan administrasi yang dilanggar dalam proyek tersebut.
”Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?” tuturnya singkat sebelum bergegas menuju rumah sakit untuk menjalani jadwal tindakan medis yang telah direncanakan.D|Red












