Waspada Penipuan, Zulhas: Rekrutmen Kopdes Merah Putih Gratis, Tak Ada “Orang Dalam”

Senin, 4 Mei 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). Pemerintah melalui beliau mengimbau masyarakat waspada penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen Koperasi Desa Merah Putih dan menegaskan proses penerimaan tidak dipungut biaya serta tidak ada sistem titip-menitip. Foto: Ist.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). Pemerintah melalui beliau mengimbau masyarakat waspada penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen Koperasi Desa Merah Putih dan menegaskan proses penerimaan tidak dipungut biaya serta tidak ada sistem titip-menitip. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada penipuan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya praktik penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih maupun program Kampung Nelayan.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (4/5/2026), Zulhas menegaskan bahwa proses penerimaan pegawai dan manajer di program tersebut bersifat transparan dan terbuka, serta sama sekali tidak mengenal sistem titip-menitip atau adanya peran “orang dalam”.

Menurutnya, saat ini sudah banyak oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan popularitas program pemerintah ini untuk mencari keuntungan sendiri dengan cara menipu masyarakat.

“Ada oknum-oknum yang mengatasnamakan Kopdes Merah Putih menyebar link palsu, mengambil data pribadi yang terancam disalahgunakan, bahkan memungut biaya, minta uang, dan meminta bayaran,” ungkap Zulhas menjelaskan modus yang terjadi.

BACA JUGA:  Berkas Perkara Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Sebut Kasus Bisa Diselesaikan Secara Sederhana

Oknum penipu ini diketahui aktif bergerak melalui berbagai platform media sosial. Mereka menawarkan kesempatan untuk bisa lolos seleksi dengan berbagai iming-iming, mulai dari jaminan diterima kerja hingga meminta sejumlah uang sebagai syarat administrasi.

Merespons hal tersebut, Zulhas menekankan dengan sangat tegas bahwa seluruh proses rekrutmen yang resmi dari pemerintah tidak akan pernah memungut biaya sepeser pun dari para pelamar.

“Kami tegaskan di sini satu-satunya website resmi adalah phtc.panselnas.go.id. Tidak ada biaya satu rupiah pun, tidak ada pungutan biaya apa pun, dan tidak ada orang dalam,” tegasnya.

Pemerintah memastikan bahwa sistem yang digunakan adalah sistem yang adil dan berbasis pada kompetensi serta kualifikasi masing-masing pelamar. Tidak ada jalur khusus, tiket masuk, atau perantara yang bisa menjamin seseorang akan diterima bekerja.

BACA JUGA:  Meteor Hebohkan Cirebon, Jatuh di Laut Jawa dan Sebabkan Dentuman Keras

Zulhas juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu atau menawarkan bantuan untuk “menguruskan” administrasi.

“Tidak ada bantu-membantu, nggak ada. Kalau ada yang minta uang, itu pasti penipuan,” tegasnya lagi.

Ia mengimbau agar masyarakat yang menemukan atau dihubungi oleh oknum-oknum tersebut untuk segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum atau pihak kepolisian agar tindakan tegas bisa segera diambil.

“Karena itu marak sekali itu,” tambahnya, menekankan urgensi untuk waspada. Pemerintah berkomitmen menjaga integritas program ini agar benar-benar dapat memberikan manfaat dan kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa ada praktik korupsi atau penipuan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan
Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer
Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform
PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan
Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam
Ketua BEM FH UBK Terima Uang Rp20 Juta untuk Arahkan Demo: Perjuangan Mahasiswa Bisa Dibeli?
Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030
Akhir Perjalanan Hukum Razman Arif Nasution: Dijebloskan ke Cipinang Usai Kalah di MA
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:16 WIB

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:28 WIB

Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:23 WIB

Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:56 WIB

PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:28 WIB

Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam

Berita Terbaru