Banjir Rendam Sekolah di Tebingtinggi, KBM Diliburkan Sementara

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di depan SD Negeri 165726 Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tebingtinggi, yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Padang. Terlihat para siswa sedang dijemput dan dievakuasi oleh orang tua atau warga karena kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan demi keselamatan. Foto: Ist.

Suasana di depan SD Negeri 165726 Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tebingtinggi, yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Padang. Terlihat para siswa sedang dijemput dan dievakuasi oleh orang tua atau warga karena kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan demi keselamatan. Foto: Ist.

Tebingtinggi-Mediadelegasi: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah sekolah yang berada di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, terpaksa harus diliburkan pada Senin, 11 Mei 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan siswa serta tenaga pendidik, menyusul meluapnya air yang merendam area sekolah.

Bencana hidrometeorologi ini bermula dari meluapnya Sungai Padang akibat curah hujan yang sangat tinggi dan terus mengguyur wilayah hulu sungai selama beberapa hari berturut-turut. Akibatnya, debit air meningkat drastis dan meluap hingga ke permukiman serta fasilitas umum, termasuk lingkungan sekolah.

Salah satu institusi pendidikan yang terdampak cukup parah adalah SD Negeri 165726 yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman. Berdasarkan pantauan di lokasi, akses jalan menuju sekolah hingga ke halaman sekolah sudah dipenuhi oleh genangan air yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar tidak mungkin dilaksanakan sebagaimana mestinya. Jalan setapak, ruang kelas, hingga fasilitas lainnya terendam air, sehingga tidak layak dan tidak aman untuk digunakan oleh para siswa.

BACA JUGA:  Strategi Pemprov Sumut Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Melihat situasi yang semakin memburuk dan debit air yang terus menunjukkan kecenderungan naik, pihak sekolah akhirnya mengambil keputusan tegas untuk memulangkan seluruh siswa. Hal ini dilakukan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan menjamin keselamatan anak-anak didik.

Terlihat suasana di depan sekolah cukup sibuk dengan kedatangan para orang tua yang datang menjemput anak-anak mereka. Sebagian siswa tampak sudah dipulangkan lebih awal sejak pagi, sementara yang lain menunggu kedatangan keluarga di tempat yang lebih tinggi dan aman.

Salah seorang guru di sekolah tersebut, Sri, membenarkan kondisi yang terjadi. Menurutnya, evakuasi siswa dilakukan karena air yang masuk ke lingkungan sekolah terus meningkat dan dikhawatirkan akan semakin tinggi jika dibiarkan.

“Dari pagi banjir, nanti kalau sudah surut masuk kembali,” ujar Sri singkat saat ditemui di lokasi kejadian. Pernyataannya menegaskan bahwa pembatalan kegiatan belajar mengajar ini bersifat sementara dan akan kembali normal apabila kondisi lingkungan sudah aman dan air sudah surut.

Selain di sekolah tersebut, dikhawatirkan sejumlah sekolah lain di sekitar wilayah aliran sungai juga mengalami hal serupa. Pihak sekolah dan dinas terkait diharapkan terus memantau perkembangan situasi agar kebijakan yang diambil selalu tepat dan mengutamakan keselamatan.

BACA JUGA:  Prabowo dan Bobby Nasution Hadiri Malam Tahun Baru di Posko Pengungsi Tapanuli Selatan

Penyebab utama banjir ini diduga kuat adalah intensitas hujan yang sangat tinggi yang terjadi di daerah tangkapan air atau wilayah hulu Sungai Padang dalam beberapa hari terakhir. Air yang tidak tertampung akhirnya meluap dan mengalir deras ke daerah hilir.

Masyarakat dan pihak sekolah pun diimbau untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi banjir susulan. Warga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat aliran sungai, serta selalu memperhatikan informasi terkini dari pihak berwenang.

Diharapkan dengan adanya penanganan yang cepat dan kewaspadaan yang tinggi, dampak dari bencana banjir ini bisa diminimalisir. Semoga air segera surut sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal dan aktivitas warga pun pulih seperti sedia kala. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

8 Fakta Pengeroyokan di Taman Bunga Siantar: Keluarga Nilai Penanganan Lambat dan Minta CCTV Dibuka
Pabrik Vape Narkotika Terungkap, Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut
Gerakan Sumut Mengajar Mengubah Masa Depan Anak-Anak dan Remaja
Kasus Penganiayaan di Siantar, BEM FH Se-Sumatera Apresiasi Kapolres Siantar, Minta Komisi III dan Komisi XIII DPR RI Turut Mengawal
Imigrasi Sumut Kecolongan, WNA Singapura Disebut Lalu Lalang hingga Operasikan Home Industry Vape Narkoba di Medan
Gebyar Pajak Sumut Triwulan I 2026, 936 Hadiah Disorot Netizen: Dinilai Sudah Diatur
Pabrik Vape Narkotika WNA Singapura di Medan Terbongkar, Aktivis Desak Kanwil Imigrasi Sumut dan Jajaran Mundur
Korban Tewas Dikeroyok Dekat Mapolres, BEM FH se-Sumatera Desak Kapolres Siantar Dicopot
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:24 WIB

8 Fakta Pengeroyokan di Taman Bunga Siantar: Keluarga Nilai Penanganan Lambat dan Minta CCTV Dibuka

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:55 WIB

Pabrik Vape Narkotika Terungkap, Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

Gerakan Sumut Mengajar Mengubah Masa Depan Anak-Anak dan Remaja

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kasus Penganiayaan di Siantar, BEM FH Se-Sumatera Apresiasi Kapolres Siantar, Minta Komisi III dan Komisi XIII DPR RI Turut Mengawal

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:08 WIB

Imigrasi Sumut Kecolongan, WNA Singapura Disebut Lalu Lalang hingga Operasikan Home Industry Vape Narkoba di Medan

Berita Terbaru