Tebingtinggi-Mediadelegasi: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah sekolah yang berada di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, terpaksa harus diliburkan pada Senin, 11 Mei 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan siswa serta tenaga pendidik, menyusul meluapnya air yang merendam area sekolah.
Bencana hidrometeorologi ini bermula dari meluapnya Sungai Padang akibat curah hujan yang sangat tinggi dan terus mengguyur wilayah hulu sungai selama beberapa hari berturut-turut. Akibatnya, debit air meningkat drastis dan meluap hingga ke permukiman serta fasilitas umum, termasuk lingkungan sekolah.
Salah satu institusi pendidikan yang terdampak cukup parah adalah SD Negeri 165726 yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman. Berdasarkan pantauan di lokasi, akses jalan menuju sekolah hingga ke halaman sekolah sudah dipenuhi oleh genangan air yang cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar tidak mungkin dilaksanakan sebagaimana mestinya. Jalan setapak, ruang kelas, hingga fasilitas lainnya terendam air, sehingga tidak layak dan tidak aman untuk digunakan oleh para siswa.
Melihat situasi yang semakin memburuk dan debit air yang terus menunjukkan kecenderungan naik, pihak sekolah akhirnya mengambil keputusan tegas untuk memulangkan seluruh siswa. Hal ini dilakukan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan menjamin keselamatan anak-anak didik.
Terlihat suasana di depan sekolah cukup sibuk dengan kedatangan para orang tua yang datang menjemput anak-anak mereka. Sebagian siswa tampak sudah dipulangkan lebih awal sejak pagi, sementara yang lain menunggu kedatangan keluarga di tempat yang lebih tinggi dan aman.
Salah seorang guru di sekolah tersebut, Sri, membenarkan kondisi yang terjadi. Menurutnya, evakuasi siswa dilakukan karena air yang masuk ke lingkungan sekolah terus meningkat dan dikhawatirkan akan semakin tinggi jika dibiarkan.
“Dari pagi banjir, nanti kalau sudah surut masuk kembali,” ujar Sri singkat saat ditemui di lokasi kejadian. Pernyataannya menegaskan bahwa pembatalan kegiatan belajar mengajar ini bersifat sementara dan akan kembali normal apabila kondisi lingkungan sudah aman dan air sudah surut.
Selain di sekolah tersebut, dikhawatirkan sejumlah sekolah lain di sekitar wilayah aliran sungai juga mengalami hal serupa. Pihak sekolah dan dinas terkait diharapkan terus memantau perkembangan situasi agar kebijakan yang diambil selalu tepat dan mengutamakan keselamatan.
Penyebab utama banjir ini diduga kuat adalah intensitas hujan yang sangat tinggi yang terjadi di daerah tangkapan air atau wilayah hulu Sungai Padang dalam beberapa hari terakhir. Air yang tidak tertampung akhirnya meluap dan mengalir deras ke daerah hilir.
Masyarakat dan pihak sekolah pun diimbau untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi banjir susulan. Warga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat aliran sungai, serta selalu memperhatikan informasi terkini dari pihak berwenang.
Diharapkan dengan adanya penanganan yang cepat dan kewaspadaan yang tinggi, dampak dari bencana banjir ini bisa diminimalisir. Semoga air segera surut sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal dan aktivitas warga pun pulih seperti sedia kala. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












