Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) secara resmi menganggarkan dana besar senilai Rp1,372 triliun khusus untuk pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur pada tahun anggaran 2026. Anggaran raksasa ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat atau disingkat PHTC, di bawah payung kebijakan Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) yang menjadi program unggulan Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Sumut, Chandra Dalimunthe, memaparkan rincian alokasi dana tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Lobby Dekranasda, Kompleks Kantor Gubernur Sumut, Medan, pada Selasa, 26 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa nilai fantastis tersebut tidak hanya digunakan untuk satu jenis pekerjaan saja, melainkan terbagi ke dalam beberapa program prioritas yang saling mendukung kemajuan daerah.
“Anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di tahun 2026 ini ada sebesar Rp1.372.497.925.000. Anggaran ini dibagi untuk program PHTC, dukungan program Proyek Strategis Daerah (PSD) dan lainnya,” ungkap Chandra, menjelaskan bahwa pembagian ini dilakukan agar pembangunan merata dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di setiap wilayah kabupaten dan kota.
Fokus utama dari kebijakan ini adalah mewujudkan konektivitas wilayah yang lebih baik, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke daerah-daerah terpencil. Melalui program INSTANSI, Pemprov berkomitmen menyelesaikan pekerjaan pembangunan dengan standar kualitas tinggi namun tetap berjalan cepat dan tepat waktu.
Dari total anggaran yang ada, porsi terbesar pertama dialokasikan khusus untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat. Untuk program ini saja, Pemprov Sumut menyiapkan dana sebesar Rp672,22 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pelaksanaan 52 kegiatan utama yang mencakup pembangunan jalan baru, peningkatan kualitas jalan eksisting, hingga pembangunan jembatan strategis penghubung antarkawasan.
Chandra merinci, dengan anggaran tersebut, target fisik yang akan diselesaikan meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 86 kilometer. Selain jalan baru, ada pula kegiatan pemeliharaan berkala sepanjang 11,91 kilometer, serta rehabilitasi jalan rusak sepanjang 1 kilometer agar kembali layak dilalui kendaraan. Tak hanya jalan, penanganan struktur penahan tanah juga menjadi perhatian.
“Anggaran ini diperuntukkan… pembangunan turap/talud/bronjong sebanyak 17 titik, pembangunan jembatan sepanjang 32 meter, penggantian lantai jembatan sepanjang 25 meter dan pembangunan saluran drainase sepanjang 250 meter,” jelas Chandra, menambahkan bahwa saluran air dibangun untuk mencegah genangan dan kerusakan jalan akibat banjir.
Selain program percepatan, Pemprov juga menyiapkan anggaran khusus sebesar Rp320,2 miliar untuk mendukung Proyek Strategis Daerah. Program ini memiliki fokus yang sedikit berbeda, yaitu pembukaan dan pembangunan ruas jalan baru yang berfungsi sebagai penghubung wilayah-wilayah yang selama ini terisolir atau terputus aksesnya, serta jalan yang menuju kawasan potensial seperti pusat pertumbuhan ekonomi dan wisata.
Melalui delapan kegiatan utama di bawah program PSD ini, pemerintah menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 55 kilometer. Harapannya, jalan-jalan ini dapat membuka keterisolasian desa-desa dan mempermudah masyarakat dalam mengakses fasilitas umum maupun memasarkan hasil bumi mereka ke pasar yang lebih luas.
Chandra juga memaparkan kondisi eksisting jalan provinsi yang menjadi dasar perencanaan jangka panjang. Saat ini, tercatat kondisi jalan yang sudah tergolong mantap dan layak digunakan di seluruh Sumut mencapai 74,12 persen atau setara dengan 3.006 kilometer. Angka ini menunjukkan kemajuan, namun masih menyisakan pekerjaan rumah besar.
Sisanya, sekitar 25,88 persen dari total panjang jalan provinsi masih dalam kondisi rusak, baik yang tergolong rusak ringan maupun rusak berat. Kondisi ini menjadi prioritas perbaikan bertahap, mengingat keterbatasan anggaran yang harus dibagi dengan kebutuhan pembangunan sektor lain. Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
“Untuk tahun ini dari program PHTC dan PSD ada 141 kilometer jalan yang akan kita bangun,” tegas Chandra. Ia menambahkan, langkah bertahap ini dilakukan agar setiap ruas yang dibangun memiliki kualitas tahan lama, sehingga investasi pembangunan infrastruktur senilai triliunan rupiah ini benar-benar bermanfaat maksimal bagi kemajuan Sumatera Utara. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS







