Jakarta-Mediadelegasi:Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta, tokoh perempuan adat asal Merauke, mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan eksploitasi terkait film dokumenter berjudul “Pesta Babi”.Jumat, 29/25
Mama Sinta mengaku kecewa karena wajah dan identitas dirinya ditampilkan dalam film tanpa persetujuan yang jelas.
Ia merasa tidak pernah diberikan penjelasan detail mengenai tujuan penggunaan rekaman tersebut. Dalam keterangannya, Mama Sinta juga menyebut dirinya merasa dibohongi dan dijadikan seperti “boneka pameran” di dalam film dokumenter itu.
“Wajah saya dipakai tanpa izin. Saya tidak pernah tahu rekaman itu akan dipakai seperti ini,” ujarnya. .
Atas dasar itu, Mama Sinta mendesak agar pemutaran film “Pesta Babi” segera dihentikan karena dianggap merugikan dirinya maupun masyarakat adat yang terlibat di dalam tayangan tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan memicu perdebatan mengenai etika produksi film dokumenter, terutama terkait persetujuan narasumber dan perlindungan hak masyarakat adat dalam proses pengambilan gambar serta distribusi karya. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pembuat film terkait laporan tersebut.D|Red







