Tewas di Lahan Sitaan Negara yang Dikelola PT Agrinas, Keluarga Desak Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Diusut Tuntas

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: GS

Foto: GS

Labura-Mediadelegasi: Seorang warga Kabupaten Labuhanbatu Utara bernama Luis David Hutabarat dilaporkan tewas setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum TNI aktif di areal PT Agrinas Palma Regional I, tepatnya di Blok K33, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang timbang buah sawit milik masyarakat diduga mengalami pengeroyokan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Mertua korban, Ramlan Nenggolan, saat berada di Mapolsek Kualuh Hulu untuk membuat laporan, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh informasi dari masyarakat terkait dugaan penganiayaan yang menimpa menantunya tersebut.

“Ada beberapa oknum TNI yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban. Informasi yang kami terima, korban dianiaya hingga meninggal dunia di areal sitaan yang kini dikelola PT Agrinas,” ujar Ramlan.

Menurutnya, sebelum peristiwa itu terjadi, korban didatangi oleh sejumlah orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

“Korban didatangi beberapa orang, kemudian terjadi pengeroyokan hingga korban meninggal dunia,” katanya.

Ramlan mengaku belum mengetahui secara pasti motif maupun penyebab yang melatarbelakangi dugaan penganiayaan tersebut. Ia baru menerima informasi dari warga sekitar pada sore hari.

“Saya mendapat kabar sekitar pukul 17.00 WIB. Warga menyampaikan bahwa korban diduga dipukuli secara beramai-ramai. Untuk penyebab pastinya kami belum mengetahui,” ungkapnya.

Ia juga mengaku melihat sebuah kendaraan yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut berada di halaman Mapolsek Kualuh Hulu.

BACA JUGA:  Jalan Berlubang di Depan DPRD Labura Diperbaiki, Ketua DPRD : Penanganan Sementara Respons Aspirasi Masyarakat

“Di dalam mobil yang saya lihat terdapat benda yang menyerupai senjata tajam seperti parang dan sangkur pendek,” tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Dayan Pangaribuan, SH, memaparkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi mata bernama Joni, yang disebut berada bersama korban saat peristiwa terjadi.

Menurut Dayan, sekitar pukul 16.00 WIB korban baru pulang dari ladang dan berboncengan sepeda motor bersama saksi Joni. Saat melintas di areal PT Agrinas Palma Blok K33, korban diduga dicegat oleh sejumlah orang.

“Berdasarkan keterangan saksi kepada kami, korban yang sedang pulang dari ladang bersama Joni tiba-tiba dicegat. Korban diduga ditabrak menggunakan sepeda motor secara bergantian oleh dua orang yang disebut berinisial BN dan BD,” ujar Dayan.

Setelah korban terjatuh, sejumlah orang yang diduga bersama kedua terduga pelaku disebut langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Saksi menerangkan bahwa setelah korban terjatuh, korban langsung dikeroyok oleh beberapa orang di lokasi kejadian,” katanya.

Dayan menjelaskan, saksi Joni sempat berupaya memberikan pertolongan kepada korban. Namun upaya tersebut urung dilakukan setelah salah seorang yang diduga pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengancam saksi.

“Saat hendak menolong korban, saksi mengaku diancam oleh salah satu terduga pelaku yang mengeluarkan sebilah parang. Karena merasa takut, saksi kemudian melarikan diri untuk meminta bantuan warga sekitar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Dandim 0209/Labuhanbatu Gelar Coffee Morning, Chairul MTD: Ini Sejarah Baru di Labura

Tak lama kemudian, saksi kembali ke lokasi kejadian bersama sejumlah warga. Namun saat tiba di tempat kejadian perkara, korban disebut telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Saat saksi kembali bersama warga ke lokasi, korban sudah ditemukan meninggal dunia,” pungkas Dayan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun institusi TNI terkait kronologi lengkap, penyebab kematian korban, serta identitas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Tim media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT Agrinas Palma Regional I. Namun panggilan WhatsApp yang ditujukan kepada bagian humas perusahaan belum mendapatkan respons.

Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Manajer PT Agrinas Palma Regional I, Letkol Rizal Kane, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Kasus kematian Luis David Hutabarat kini menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum, institusi TNI, serta pihak-pihak terkait dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna mengungkap fakta sebenarnya serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Penulis : GS

Editor : Alan

Sumber Berita: Biro Labuhan Batu Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Berlubang di Depan DPRD Labura Diperbaiki, Ketua DPRD : Penanganan Sementara Respons Aspirasi Masyarakat
School of Politik IMM, Ketua KNPI Labura : Ubah Cara Pandang, Politik adalah Jalan Membangun Daerah
SPBU Damuli Pekan Milik Keluarga Anggota DPRD Labura Telah Disanksi PT Pertamina Patra Niaga
SPBU Damuli Pekan yang Viral disebut Milik Keluarga Anggota DPRD. Aparat diminta Bertindak
Diduga Gunakan Tangki Modifikasi, Mobil Isi Solar Subsidi Nyaris Rp1 Juta di SPBU Damuli Pekan Labura
Terminal Aek Kanopan Dipadati Warga, Nobar Piala Dunia 2026 Bersama PAN Labura Berlangsung Meriah
DPD PAN Labura Konsisten Gelar Jumat Berkah, Ahmad Fauzi: Wakil Rakyat Harus Hadir untuk Masyarakat
Konflik Agraria Kembali Mencuat! Aksi Penghijauan Warga Diwarnai Penolakan dari Kelompok yang disebut dari PT Tor Ganda
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Jalan Berlubang di Depan DPRD Labura Diperbaiki, Ketua DPRD : Penanganan Sementara Respons Aspirasi Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:29 WIB

School of Politik IMM, Ketua KNPI Labura : Ubah Cara Pandang, Politik adalah Jalan Membangun Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

SPBU Damuli Pekan Milik Keluarga Anggota DPRD Labura Telah Disanksi PT Pertamina Patra Niaga

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:34 WIB

SPBU Damuli Pekan yang Viral disebut Milik Keluarga Anggota DPRD. Aparat diminta Bertindak

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:54 WIB

Diduga Gunakan Tangki Modifikasi, Mobil Isi Solar Subsidi Nyaris Rp1 Juta di SPBU Damuli Pekan Labura

Berita Terbaru