Menaker Yassierli Hadiri Pertemuan Menteri BRICS di India, Bahas Transformasi Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli. Foto: Ist.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli dijadwalkan berangkat ke India untuk menghadiri Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan BRICS atau Labour and Employment Ministers’ Meeting (LEMM). Kegiatan internasional ini akan berlangsung selama dua hari, pada 15 hingga 16 Juli 2026.

Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi para pemimpin sektor ketenagakerjaan dari negara anggota BRICS. Tujuannya adalah memperkuat kerja sama antarbangsa sekaligus mencari solusi bersama atas berbagai tantangan besar yang dihadapi dunia kerja saat ini.

Agenda pembahasan dalam LEMM tahun ini berfokus pada empat isu strategis yang menyentuh aspek perlindungan hingga pemanfaatan teknologi. Isu pertama adalah penguatan jaminan sosial serta langkah-langkah memperluas formalisasi pasar kerja di negara berkembang.

Selanjutnya, para menteri juga akan membahas upaya peningkatan partisipasi perempuan dan inklusi kelompok rentan dalam angkatan kerja. Kemudian, topik ketiga menyasar kerja sama pemetaan kebutuhan keterampilan serta pengembangan kompetensi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

BACA JUGA:  Wamenaker Afriansyah Noor: Pendidikan, Kompetensi, dan Sertifikasi Kunci Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja

Isu keempat yang tak kalah penting adalah pemanfaatan teknologi digital bagi seluruh pekerja, termasuk memberikan perhatian khusus pada perlindungan pekerja lepas atau pekerja berbasis aplikasi dan platform.

Menurut Menaker Yassierli, keikutsertaan Indonesia dalam forum ini merupakan langkah nyata untuk memperluas kemitraan internasional. Hal ini sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menyikapi dinamika ketenagakerjaan yang terus berubah dengan cepat.

“Forum BRICS menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang ketenagakerjaan. Melalui forum ini, kita dapat bertukar pengalaman, memperluas kolaborasi, serta menyusun kebijakan yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja,” ujar Menaker melalui siaran pers resmi, Selasa (14/7/2026).

Ia menambahkan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks. Mulai dari pergeseran struktur pasar kerja, perubahan standar kompetensi yang dibutuhkan industri, hingga urgensi memperluas jangkauan perlindungan bagi seluruh pekerja tanpa terkecuali.

Karena itulah, kerja sama lintas negara menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menghadirkan solusi yang saling menguatkan dan berkelanjutan. Tidak ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan masalah ketenagakerjaan secara sendirian di tengah keterkaitan ekonomi global.

BACA JUGA:  Menciptakan Tempat Kerja Ideal untuk Gen Z, Panduan bagi Perusahaan Indonesia

“Indonesia siap berkontribusi aktif dalam setiap pembahasan serta berbagi praktik baik yang telah diterapkan. Kita berharap terwujud dunia kerja yang lebih inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan bagi semua pihak,” tegasnya.

Pertemuan ini juga menjadi momen bagi negara-negara BRICS untuk menyamakan pandangan dalam menyikapi perkembangan ketenagakerjaan global. Selain itu, peserta dapat saling mempelajari berbagai pendekatan kebijakan yang efektif diterapkan di masing-masing negara.

Dengan kehadiran Menaker Yassierli, Indonesia bertekad membawa pulang wawasan baru serta memperkuat posisi tawar dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan nasional yang selaras dengan standar dan kebutuhan dunia internasional. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Digadang Godok 10 Nama Calon Wapres Pengganti Gibran Rakabuming Raka
Yusril Ungkap Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Mengarah ke Indikasi Makar
Prabowo Resmi Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan
Yusril Tegaskan Penyelidikan Kasus Penyadapan Listyo Sigit Tanpa Pandang Bulu
Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN
Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:03 WIB

Prabowo Digadang Godok 10 Nama Calon Wapres Pengganti Gibran Rakabuming Raka

Rabu, 4 November 2026 - 16:40 WIB

Yusril Ungkap Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Mengarah ke Indikasi Makar

Rabu, 4 November 2026 - 15:00 WIB

Prabowo Resmi Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan

Rabu, 4 November 2026 - 14:55 WIB

Yusril Tegaskan Penyelidikan Kasus Penyadapan Listyo Sigit Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 4 November 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri

Berita Terbaru