Jakarta-Mediadelegasi: Sekolah Harapan Ibu yang berlokasi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama satu pekan ke depan. Keputusan ini diambil menyusul temuan sebanyak 995 unit airsoft gun beserta barang lainnya yang tersimpan di ruangan lingkungan sekolah. Selama masa pemeriksaan dan sterilisasi, seluruh pembelajaran akan dialihkan secara daring atau Pendidikan Jarak Jauh.
Kebijakan pembelajaran daring ini berlaku mulai hari Senin, 10 Agustus 2026 hingga Jumat, 14 Agustus 2026. Sebanyak sekitar 720 orang terdampak dari keputusan tersebut, yang terdiri dari kurang lebih 580 siswa serta 140 orang guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.
Kuasa Hukum Yayasan Sekolah Harapan Ibu, Hermawanto, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil demi menjamin keselamatan dan keamanan seluruh warga sekolah. “Selama satu minggu ke depan, pembelajaran dilaksanakan secara daring. Itu keputusan demi kepentingan terbaik anak dan peserta didik,” ungkap Hermawanto dalam konferensi pers, Minggu (9/8/2026).
Yayasan telah berkomunikasi dengan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan agar proses sterilisasi dan pemeriksaan menyeluruh dapat dilakukan selama masa libur sementara tersebut. Pihak kepolisian pun telah menyatakan kesediaannya untuk berkoordinasi guna memeriksa setiap sudut ruangan yang dinilai berpotensi menyimpan barang-barang berbahaya.
Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah ruangan yang tertutup dan belum dapat diperiksa sepenuhnya. Sebagian ruangan tersebut bahkan telah dipasangi garis polisi sebagai tanda dilarang dimasuki. Pihak yayasan mengaku belum mengetahui secara pasti seluruh isi ruangan yang terkunci tersebut.
Karena ketidaktahuan itu, yayasan meminta aparat kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyterilisasi lingkungan sekolah sebelum siswa kembali belajar tatap muka. Langkah ini dipastikan akan diambil agar tidak ada lagi barang berbahaya yang tertinggal dan membahayakan keselamatan anak-anak.
Tak hanya meminta bantuan kepolisian, Yayasan Sekolah Harapan Ibu juga meminta perlindungan dan pendampingan dari sejumlah lembaga negara. Salah satunya adalah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang telah dijadwalkan untuk ditemui pada hari Senin, 10 Agustus 2026.
Kuasa Hukum Yayasan lainnya, Anissa E F Ismail, menyampaikan bahwa permintaan pertemuan tersebut telah disambut baik oleh KPAI. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan perlindungan sekaligus arahan agar setiap langkah yang diambil yayasan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi peserta didik.
Selain KPAI, yayasan juga akan mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna meminta perlindungan hukum sekaligus melaporkan kondisi yang terjadi di sekolah. Langkah ini diambil agar lembaga pendidikan dapat memberikan arahan dan tidak mengganggu proses pendidikan anak-anak.
Yayasan juga tengah berupaya membangun komunikasi dengan Komisi III dan Komisi X DPR RI untuk meminta audiensi terkait persoalan serius ini. Di sisi lain, upaya juga dilakukan untuk menemui Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, guna membahas kondisi sekolah pasca temuan barang-barang berbahaya tersebut.
Temuan sebanyak 995 unit airsoft gun di lingkungan sekolah ini menjadi sorotan besar publik. Barang-barang tersebut ditemukan tersimpan di beberapa ruangan sekolah yang dikelola oleh yayasan, yang kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Dengan adanya sterilisasi dan pemeriksaan menyeluruh dari pihak berwenang, diharapkan lingkungan sekolah kembali bersih dan aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Seluruh pihak berharap pembelajaran tatap muka dapat kembali berjalan normal setelah dinyatakan aman oleh aparat kepolisian. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






