Muktamar ke-35 NU Puncak Hari Ini: Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Akan Dipilih

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agenda krusial Muktamar ke-35 NU akan memasuki puncaknya pada hari ini, Sabtu (29/8/2026), dengan rangkaian penetapan pucuk pimpinan PBNU. Foto: Ist.

Agenda krusial Muktamar ke-35 NU akan memasuki puncaknya pada hari ini, Sabtu (29/8/2026), dengan rangkaian penetapan pucuk pimpinan PBNU. Foto: Ist.

Jombang-Mediadelegasi: Rangkaian agenda penting Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan memasuki puncaknya pada hari ini, Sabtu (29/8/2026). Sidang Pleno utama dijadwalkan digelar untuk menentukan arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bagi masa khidmah 2026–2031, menggantikan kepengurusan yang telah berjalan selama lima tahun sebelumnya.

Wakil Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Sarmidi Husna, secara resmi mengonfirmasi bahwa sidang penetapan pucuk pimpinan organisasi terbesar di Indonesia ini akan berlangsung mulai sore hingga malam hari nanti. Seluruh rangkaian proses pemilihan akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“Iya betul, InsyaAllah nanti sore sampai nanti malam akan dilakukan Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU,” ujar Sarmidi Husna saat dikonfirmasi awak media di lokasi, Sabtu pagi. Kepastian jadwal ini menjadi penanda dimulainya babak paling krusial dalam perhelatan akbar lima tahunan warga Nahdliyin tersebut.

Dalam Sidang Pleno yang dijadwalkan sore hingga malam ini, tercantum dua agenda utama yang menjadi pusat perhatian seluruh elemen warga NU di seluruh Indonesia. Pertama adalah pemilihan Rais Aam PBNU melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi, dan kedua adalah pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah serta penetapan tim formatur.

“Pertama pemilihan Rais Aam melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi. Kedua, pemilihan Ketua Umum, dan penetapan tim formatur untuk melengkapi kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031,” tutur Sarmidi menjelaskan rincian agenda yang akan dibahas dan diputuskan dalam sidang pleno puncak tersebut.

BACA JUGA:  Kemensos Kerahkan Kapal dan Helikopter untuk Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolasi di Sumatera

Dengan demikian, dua posisi tertinggi dalam struktur kepemimpinan PBNU sekaligus akan ditentukan dalam satu sidang pleno yang sama. Rais Aam menjadi posisi tertinggi secara keagamaan dan pengarah kebijakan organisasi, sedangkan Ketua Umum Tanfidziyah memegang kendali pelaksana harian roda organisasi.

Saat disinggung mengenai nama-nama figur terkuat yang kemungkinan akan diusung menjadi Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU, Sarmidi enggan memberikan prediksi atau menyebutkan nama-nama tertentu. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme pilihan yang akan disampaikan oleh Pengurus Wilayah NU maupun Pengurus Cabang NU dari berbagai daerah.

“Kita tunggu saja nanti pilihan PWNU dan PCNU,” ucapnya singkat namun tegas. Sikap ini menunjukkan bahwa proses pemilihan akan benar-benar mengikuti aspirasi dan kesepakatan para utusan wilayah yang hadir dalam Muktamar ke-35 NU tanpa ada rekayasa atau keputusan sepihak dari panitia.

Sebelumnya, pada Jumat (28/8/2026), Sidang Pleno I telah digelar untuk menerima dan membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan PBNU periode 2021–2026. Ketua Umum PBNU yang sedang menjabat, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, telah menyampaikan laporan yang mencapai hampir 1.000 halaman berisi rincian seluruh kegiatan organisasi selama lima tahun terakhir.

BACA JUGA:  Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Gus Yahya tampak hadir langsung menyapa para muktamirin dan menyampaikan laporan pertanggungjawabannya dengan penuh keyakinan. Ia mengaku optimis laporan tersebut dapat diterima oleh para peserta Muktamar sebagai bentuk pertanggungjawaban penuh amanah yang telah diemban selama periode kepemimpinannya.

Sementara itu, untuk posisi Ketua Umum Tanfidziyah, nama-nama yang muncul sebagai calon kuat antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, serta Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Kedua sosok ini telah menyatakan kesiapannya maju dan mengantongi dukungan dari sejumlah pengurus wilayah maupun cabang.

Masyarakat luas dan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia kini menantikan hasil Sidang Pleno sore hingga malam ini. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memikul amanah memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam lima tahun ke depan, menakhodai arah perjalanan NU menuju masa depan yang lebih bermartabat dan bermanfaat bagi bangsa. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desil Kesejahteraan BPS Dikritik KSPI: Buruh Bergaji UMR Dihitung Sebagai Kelompok Mampu
KPK Geledah Disdikbud Bogor, Angkut 2 Koper Dokumen Kasus Potong Upah Rp1,5 Miliar
Putusan Praperadilan Febrie Ditolak, Kuasa Hukum Soroti Kontradiksi Hakim
Dana Pengembalian Kerugian Negara Rp2 Triliun Kasus PT TPL Didesak Bulat Dialokasikan untuk Pemulihan Tapanuli Raya
Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter Mengarah Barat Daya, Status Tetap Siaga
Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Status Tersangka TPPU Tetap Sah
MK Kabulkan Penuh Gugatan Mahasiswa, Pasal Penghinaan Pemerintah dan Lembaga Negara Dicabut
Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, 97 Persen untuk Program Makan Bergizi Gratis
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Desil Kesejahteraan BPS Dikritik KSPI: Buruh Bergaji UMR Dihitung Sebagai Kelompok Mampu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:14 WIB

KPK Geledah Disdikbud Bogor, Angkut 2 Koper Dokumen Kasus Potong Upah Rp1,5 Miliar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Muktamar ke-35 NU Puncak Hari Ini: Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Akan Dipilih

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Putusan Praperadilan Febrie Ditolak, Kuasa Hukum Soroti Kontradiksi Hakim

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter Mengarah Barat Daya, Status Tetap Siaga

Berita Terbaru