Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter Mengarah Barat Daya, Status Tetap Siaga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak Gunung Merapi terpantau meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah barat daya menuju hulu Kali Sat/Putih, Sabtu (29/8/2026) pagi. Foto: Ist.

Puncak Gunung Merapi terpantau meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah barat daya menuju hulu Kali Sat/Putih, Sabtu (29/8/2026) pagi. Foto: Ist.

Yogyakarta-Mediadelegasi: Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat. Pada Sabtu (29/8/2026) pagi, gunung berapi paling aktif di Indonesia ini terpantau meluncurkan awan panas guguran yang melaju sejauh 2.000 meter ke arah barat daya.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), peristiwa awan panas guguran tersebut terjadi pada pukul 09.18 WIB. Jarak luncur awan panas diperkirakan mencapai 2.000 meter atau setara dengan dua kilometer dari puncak gunung.

“Awan panas teramati mengarah ke barat daya atau ke hulu Kali Sat/Putih,” tulis BPPTKG dalam laporan pengamatannya. Arah luncuran awan panas ini konsisten dengan dominasi aktivitas vulkanik Merapi yang belakangan cenderung bergerak ke sektor barat daya gunung.

Dari data pemantauan seismograf, BPPTKG mencatat awan panas guguran itu memiliki amplitudo maksimum sebesar 31,9 milimeter. Sementara durasi gempa yang menyertai peristiwa tersebut tercatat berlangsung selama 142,28 detik, menunjukkan kekuatan aliran panas yang cukup besar dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Sebelum terjadinya awan panas pagi itu, aktivitas Gunung Merapi dalam rentang waktu pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pada hari yang sama masih didominasi oleh guguran lava yang meluncur ke arah barat daya. Petugas pengamat mencatat terjadinya enam kali guguran lava ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1,9 kilometer.

BACA JUGA:  Harli Siregar Resmi Jabat Kepala Kejati Sumut

Selain itu, tercatat pula tiga kali guguran lava yang meluncur ke arah hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum sejauh 2 kilometer. Frekuensi guguran lava yang cukup tinggi ini menjadi indikasi bahwa tekanan di dalam gunung masih cukup tinggi dan terus memantau aktivitas secara berkala.

BPPTKG secara khusus mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya yang masih mengancam di sektor selatan hingga barat daya gunung. Di wilayah tersebut, aliran Sungai Boyong berpotensi dilalui aliran panas sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak.

Sementara itu, untuk aliran Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng, potensi jangkauan bahaya guguran lava dan awan panas dapat menjangkau sejauh maksimal 7 kilometer dari puncak. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai-sungai tersebut diminta untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di jalur aliran.

Di sisi lain, pada sektor tenggara Gunung Merapi, potensi bahaya berada di sepanjang aliran Sungai Woro yang dapat terjangkau sejauh maksimal 3 kilometer serta Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Batas-batas wilayah rawan bahaya ini menjadi acuan utama bagi warga untuk tidak mendekat atau beraktivitas di dalamnya.

BACA JUGA:  Kemenhaj Berikan Relaksasi Pelunasan Haji 2026 bagi Jemaah dari Daerah Terdampak Bencana

BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah-daerah yang masuk dalam zona potensi bahaya. Warga diharapkan mewaspadai ancaman lahar dingin maupun aliran awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar kawasan Gunung Merapi karena dapat memicu aliran material vulkanik yang berbahaya.

Selain bahaya aliran panas dan lahar, warga juga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan yang ditimbulkan oleh abu vulkanik apabila terjadi letusan yang menyemburkan material abu ke udara. Penggunaan masker dan perlindungan diri sangat disarankan apabila abu vulkanik mulai turun ke permukiman.

Hingga saat ini, status tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada tingkat Siaga atau Level III. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada serta senantiasa mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh BPPTKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Pengembalian Kerugian Negara Rp2 Triliun Kasus PT TPL Didesak Bulat Dialokasikan untuk Pemulihan Tapanuli Raya
Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Status Tersangka TPPU Tetap Sah
MK Kabulkan Penuh Gugatan Mahasiswa, Pasal Penghinaan Pemerintah dan Lembaga Negara Dicabut
Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, 97 Persen untuk Program Makan Bergizi Gratis
Karhutla Kembali Melanda Gunung Bromo, Api Dekati Jembatan Kaca dan Kawasan Wisata
DPR Komitmen Sahkan RUU Perampasan Aset Paling Lambat 15 Desember 2026, Pimpinan Siap Mundur Jika Gagal
Menhut Raja Antoni Ingatkan Penerima Perhutanan Sosial Jaga Kawasan dari Karhutla
Kebakaran Gunung Burangrang Purwakarta Hanguskan 3 Hektare Hutan, Akses Terjal Hambat Pemadaman
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Dana Pengembalian Kerugian Negara Rp2 Triliun Kasus PT TPL Didesak Bulat Dialokasikan untuk Pemulihan Tapanuli Raya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter Mengarah Barat Daya, Status Tetap Siaga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Status Tersangka TPPU Tetap Sah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, 97 Persen untuk Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Karhutla Kembali Melanda Gunung Bromo, Api Dekati Jembatan Kaca dan Kawasan Wisata

Berita Terbaru