Sidoarjo-Mediadelegasi: Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali meluas. Setelah sebelumnya menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, kini sebanyak 27 siswa SMP dan SMA Tri Bakti di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, dilaporkan mengalami gejala serupa.
Puluhan siswa tersebut diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Paket makanan yang diterima para siswa disebut berasal dari penyedia yang sama dengan menu yang sebelumnya dikonsumsi para santri Ponpes Manbaul Hikam.
Dampak kejadian tersebut bahkan membuat aktivitas belajar mengajar di SMP dan SMA Tri Bakti terpaksa dihentikan sementara. Pada Rabu (2/9/2026) pagi, pihak sekolah memutuskan meliburkan siswa menyusul banyaknya peserta didik yang mengalami keluhan kesehatan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana sekolah tidak seperti biasanya. Kegiatan pembelajaran ditiadakan setelah sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis akibat dugaan keracunan makanan MBG.
Sebanyak 27 siswa SMP dan SMA Tri Bakti sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit. Mereka menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga muncul usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, seluruh siswa tersebut akhirnya diperbolehkan pulang. Mereka dipulangkan pada Rabu dini hari dan selanjutnya diminta menjalani rawat jalan serta memantau kondisi kesehatan di rumah masing-masing.
Kepala SMP Tri Bakti, Indah Wahyuni, membenarkan adanya distribusi makanan MBG kepada para siswa pada hari kejadian. Ia menjelaskan bahwa makanan tersebut tiba di sekolah pada pagi hari sebelum akhirnya dikonsumsi oleh para siswa.
“MBG datang sekitar pukul 08.10 WIB, makan pukul 09.40 WIB,” ujar Indah.
Dugaan keracunan yang dialami siswa Tri Bakti semakin menguatkan perhatian terhadap kasus sebelumnya yang menimpa ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi oleh kedua kelompok penerima manfaat tersebut disebut berasal dari sumber penyedia yang sama.
Kasus keracunan MBG di Sidoarjo sebelumnya telah menyebabkan jumlah korban mencapai ratusan orang. Sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah untuk menjalani rawat jalan.
Meski demikian, berdasarkan data terakhir, masih terdapat lima santri yang menjalani perawatan inap di RSUD Notopuro Sidoarjo. Mereka masih berada dalam pengawasan tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatannya terus membaik.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya gejala dugaan keracunan tersebut masih dalam proses pemeriksaan pihak terkait. Sampel makanan dan berbagai faktor lainnya diperkirakan akan menjadi bagian dari penyelidikan guna mengetahui sumber penyebab insiden yang menyeret ratusan santri dan puluhan siswa tersebut.
Kasus dugaan keracunan MBG Sidoarjo pun menjadi perhatian serius karena melibatkan penerima makanan dari dua lembaga pendidikan. Masyarakat kini menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi proses penyediaan dan distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan







