Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat

Rabu, 16 September 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memperketat pengawasan dan mengerahkan seluruh kekuatan guna memadamkan titik api agar tidak meluas ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Foto: Ist.

Pemerintah memperketat pengawasan dan mengerahkan seluruh kekuatan guna memadamkan titik api agar tidak meluas ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Pemerintah bergerak cepat meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi mendekati kawasan Ibu Kota Nusantara. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan keamanan wilayah strategis negara dari sebaran api.

Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, yang mencakup Istana Negara dan kompleks gedung kementerian, menjadi prioritas utama pengamanan. Seluruh instansi terkait dikerahkan agar titik api tidak sampai memasuki zona vital tersebut.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Kalimantan Timur mendapatkan atensi khusus dari pemerintah pusat. Keberadaan IKN menjadikan penanganan karhutla di provinsi tersebut harus dilakukan secara lebih masif dan terintegrasi.

Langkah tegas ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas, Presiden menginstruksikan agar seluruh pihak memastikan area zona inti IKN tetap steril dari sebaran kebakaran.

BACA JUGA:  MA: Indonesia Kekurangan 1.995 Hakim

Guna memastikan situasi di lapangan, peninjauan langsung dilakukan di bekas lokasi karhutla kawasan Bukit Tengkorak. Area yang berdekatan dengan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto tersebut menjadi salah satu titik fokus pemantauan.

Kegiatan peninjauan ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga yang solid. Otorita IKN, Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah turun bersama mengecek kondisi vegetasi dan potensi titik panas.

Usai memantau lokasi, rombongan menggelar rapat koordinasi strategis di Bendungan Sepaku Semoi. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penanganan sekaligus merumuskan strategi pencegahan jangka panjang.

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa status IKN sebagai objek vital nasional menuntut penanganan ekstra intensif. Berbagai opsi teknologi pertahanan udara, seperti operasi modifikasi cuaca hingga pemadaman water bombing, siap dikerahkan.

Di sisi lain, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya penguatan pengawasan di jalur darat. Peningkatan frekuensi patroli dinilai efektif untuk mendeteksi percikan api secara dini sebelum membesar.

BACA JUGA:  Kejagung Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Padang Lawas

Selain memperketat patroli, Otorita IKN juga terus melengkapi serta meremajakan sarana pemadam kebakaran. Dukungan armada yang siap pakai menjadi kunci utama respon cepat tim satuan tugas di lapangan.

Meski ancaman karhutla sempat membayangi wilayah sekitar, kondisi lingkungan di area inti masih terkendali. Berdasarkan pengukuran Air Quality Index, kualitas udara di kawasan KIPP IKN terpantau tetap berada pada kategori baik.

Pemerintah optimistis lewat sinergi antar-lembaga dan penerapan strategi pencegahan berlapis, kawasan IKN dapat terlindungi secara maksimal. Komitmen bersama ini diharapkan mampu meminimalisir risiko bencana ekologis di masa mendatang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor
KPK Dalami Aliran Dana Suap Rp1,5 Miliar Summarecon, Bisa Jerat Korporasi
Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat
Koper Berisi Rp106 Miliar di Rumah Arif Sugiyanto Diduga Milik Menteri Nusron Wahid
Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi
Basarnas Bengkulu Dikerahkan Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Hilang di Sekitar Anak Krakatau
KPK Gelar OTT di BPN Bogor, Amankan 17 Orang dan Puluhan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar
Roy Suryo Menang Sebagian, Hakim Kabulkan Ganti Rugi Rp5 Juta dari Rp206 Juta yang Dituntut
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:34 WIB

Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor

Rabu, 16 September 2026 - 12:07 WIB

Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat

Rabu, 16 September 2026 - 11:27 WIB

KPK Dalami Aliran Dana Suap Rp1,5 Miliar Summarecon, Bisa Jerat Korporasi

Rabu, 16 September 2026 - 10:38 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat

Selasa, 15 September 2026 - 16:33 WIB

Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi

Berita Terbaru