Jakarta-Mediadelegasi: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Bengkulu turut dikerahkan untuk memperluas jangkauan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil menyusul pemetaan wilayah pencarian yang diperkirakan meluas hingga masuk ke dalam cakupan kerja Kantor SAR Bengkulu.
Kasie Operasi Basarnas Banten, Riski Dwiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun peta wilayah pencarian berdasarkan prediksi arah pergerakan korban dan arus laut. Dari hasil pemetaan tersebut, sebagian area pencarian ternyata masuk ke dalam wilayah tanggung jawab Kantor SAR Bengkulu, sehingga tim SAR setempat langsung dikerahkan untuk menyisir kawasan tersebut.
“Kita dibantu oleh kantor SAR Bengkulu untuk mengcover wilayah kantor SAR Bengkulu. Sehingga untuk SAR map yang kita prediksikan itu mengarah ke wilayah kantor SAR Bengkulu itu sudah dicover dengan teman-teman kantor SAR Bengkulu,” ujar Riski saat memberikan keterangan perkembangan pencarian pada Selasa (15/9/2026).
Pencarian ini kini memasuki hari kedelapan sejak kelompok yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut hilang kontak saat berada di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Berbagai unsur kekuatan dari kesatuan TNI Angkatan Laut, Kepolisian, hingga armada pencarian milik Basarnas telah dikerahkan secara terpadu untuk menemukan keberadaan mereka.
Sejumlah kapal telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran menyeluruh. Armada yang terlibat antara lain KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KN SAR Antasena, Kapal Polisi Sanjaya, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pahawang, serta KAL Anyer.
Selain kapal-kapal berukuran besar, sejumlah kapal cepat dan perahu karet juga ikut dikerahkan untuk menjangkau perairan yang lebih sempit maupun perairan dangkal di sekitar pulau-pulau vulkanik. Di antaranya RIB 02 Lampung, RIB 02 Banten, RBB Pecang, serta sejumlah kapal patroli bernomor kode KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC Erhan.
Riski menyebutkan, jika dijumlahkan secara keseluruhan, personel gabungan yang terlibat langsung dalam operasi pencarian pada hari kedelapan ini mencapai kurang lebih 647 orang. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari personel Basarnas, TNI AL, Polri, serta instansi pendukung lainnya yang bekerja secara sinergis demi menemukan korban.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian pada hari kedelapan diperkirakan bercerah berawan. Meski demikian, gelombang laut diprediksi mencapai ketinggian sekitar 2,5 meter, khususnya bergerak ke arah timur laut. Angin bertiup dengan kecepatan 5 hingga 20 knot yang bergerak dari arah tenggara menuju selatan.
Kondisi gelombang yang cukup tinggi dan arah angin yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari. Hal ini juga menjadi pertimbangan utama dalam menyusun peta prediksi pergerakan korban, mengingat arus dan tiupan angin dapat membawa mereka ke arah yang lebih luas dari perkiraan awal.
Oleh karena itu, perluasan wilayah pencarian hingga ke cakupan Kantor SAR Bengkulu menjadi langkah yang sangat penting dan strategis. Tanpa perluasan tersebut, dikhawatirkan ada area yang terlewat dan justru menjadi lokasi tempat korban berada.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pasti mengenai keberadaan kelima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang tersebut. Tim gabungan terus berupaya menyisir setiap jengkal perairan dengan harapan masih ada harapan untuk menemukan mereka dalam keadaan selamat.
Masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan kapal maupun orang-orang yang sesuai dengan ciri-ciri korban diharapkan segera melapor ke kantor SAR terdekat atau menghubungi nomor darurat yang telah disiapkan Basarnas agar proses pencarian dapat dipercepat. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






