KPK Gelar OTT di BPN Bogor, Amankan 17 Orang dan Puluhan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Foto: Ist.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (14/9/2026). Dalam operasi besar tersebut, tim penyidik KPK berhasil mengamankan puluhan koper dan boks berisi uang tunai dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang diperkirakan nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan rincian hasil penggeledahan yang dilakukan tim penyidik dalam penyelidikan tertutup tersebut. Selain dokumen dan barang bukti lainnya, penyidik menemukan sejumlah besar uang yang dikemas rapi di dalam boks, kardus, maupun koper-koper besar yang disembunyikan di lokasi-lokasi tertentu.

“Di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper,” jelas Budi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung KPK, Jakarta, pada Senin siang tersebut.

Budi menyebutkan bahwa hingga saat ini tim penyidik masih terus melakukan penghitungan rinci terhadap seluruh uang yang berhasil diamankan. Meski demikian, berdasarkan estimasi awal, total nilai uang yang disita diperkirakan mencapai angka ratusan miliar rupiah. Proses penghitungan ini membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi mengingat jumlahnya yang sangat besar serta bervariasinya jenis mata uang yang ditemukan.

BACA JUGA:  Konflik Kepentingan Jerat Bupati Pekalongan dalam OTT

“Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” ungkap Budi menegaskan besaran nilai yang terlibat dalam dugaan korupsi di lingkungan pertanahan tersebut.

Selain menyita tumpukan uang yang mencengangkan, KPK juga berhasil mengamankan 17 orang dari lokasi operasi tangkap tangan maupun lokasi-lokasi lain yang terkait. Dari jumlah tersebut, tercatat pejabat tinggi yang menduduki jabatan setingkat Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dan Kepala Kantor Pertanahan Tangerang.

“Tim mengamankan sejumlah 17 orang. Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya,” imbuh Budi menjelaskan profil para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Keberadaan pejabat setingkat Direktur Jenderal dan dua Kepala Kantor Pertanahan dalam daftar orang yang diamankan menunjukkan bahwa dugaan praktik korupsi ini melibatkan jaringan yang cukup luas dan berjenjang. Keterlibatan pejabat tinggi pusat hingga kepala kantor pertanahan di daerah mengindikasikan adanya aliran dana yang terstruktur dan terencana.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang digelar di wilayah Kabupaten Bogor ketika dikonfirmasi awak media pada Senin. Jawaban singkat “Benar” yang disampaikan Setyo mengonfirmasi bahwa KPK memang sedang menindaklanjuti dugaan korupsi besar di sektor pertanahan yang menjadi sorotan publik.

BACA JUGA:  Kejagung Tegaskan Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Sesuai Hukum Acara, Bantah Tuduhan Ganda

Sektor pertanahan selama ini dikenal sebagai salah satu sektor yang rawan terhadap praktik pungutan liar, suap perizinan, serta manipulasi sertifikasi tanah. Temuan uang ratusan miliar yang dikemas dalam puluhan koper di lingkungan kantor pertanahan semakin memperkuat dugaan adanya aliran dana yang tidak wajar dan diduga berkaitan dengan pelayanan, perizinan, maupun transaksi pertanahan yang tidak sesuai prosedur.

Saat ini, seluruh uang yang diamankan bersama para pihak yang ditangkap telah dibawa ke Gedung KPK untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik terus melakukan penghitungan nilai uang, pemeriksaan dokumen, serta pendalaman peran masing-masing pihak yang diamankan guna mengungkap seluruh jejak kejahatan korupsi yang terjadi.

KPK berjanji akan mengungkapkan rincian hasil penyelidikan, termasuk nilai pasti uang yang disita serta dugaan tindak pidana yang didalami, setelah proses penghitungan dan pendalaman cukup untuk dipublikasikan. Masyarakat diimbau menunggu perkembangan resmi dari KPK agar tidak terjebak pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Bengkulu Dikerahkan Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Hilang di Sekitar Anak Krakatau
Roy Suryo Menang Sebagian, Hakim Kabulkan Ganti Rugi Rp5 Juta dari Rp206 Juta yang Dituntut
Lepas Jabatan Menkeu, Purbaya: Mau Pensiun Aja, Capek Sudah Tua
RBI Wajib Masuk APBD 2027, Mendagri Tito Kembalikan RAPBD Daerah yang Tak Memuat Program
Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Disambut Pelukan Hangat PM Modi
Polisi Ungkap Tiga Klaster Pendanaan Kerusuhan 27 Agustus: Dibayar Rp40.000–Rp70.000 per Orang
KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Ahmad Ali, Jejak Dana Gratifikasi Batu Bara Kukar Makin Terang
Pengacara Roy Suryo: Praperadilan Ganti Rugi Berpotensi Cacat Formil
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

Basarnas Bengkulu Dikerahkan Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Hilang di Sekitar Anak Krakatau

Selasa, 15 September 2026 - 14:24 WIB

KPK Gelar OTT di BPN Bogor, Amankan 17 Orang dan Puluhan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 14:03 WIB

Roy Suryo Menang Sebagian, Hakim Kabulkan Ganti Rugi Rp5 Juta dari Rp206 Juta yang Dituntut

Selasa, 15 September 2026 - 11:12 WIB

RBI Wajib Masuk APBD 2027, Mendagri Tito Kembalikan RAPBD Daerah yang Tak Memuat Program

Sabtu, 12 September 2026 - 17:05 WIB

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Disambut Pelukan Hangat PM Modi

Berita Terbaru