Jawatimur-Mediadelegasi: Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur tercatat mengalami lima kali erupsi secara beruntun sejak Senin (26/10/2026) dini hari hingga pagi hari. Hingga saat ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada di status Level III atau Siaga.
Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan pertama terjadi pada pukul 00.42 WIB dengan amplitudo maksimum 20 mm berdurasi 2 menit 12 detik. Erupsi kemudian berlanjut pada pukul 06.37 WIB disertai guguran, disusul letusan ketiga pukul 07.30 WIB, keempat pukul 08.41 WIB, dan kelima pada pukul 10.03 WIB.
Dalam laporan tersebut, tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati secara visual, namun PVMBG mencatat bahwa erupsi masih terus berlangsung pada beberapa waktu laporan.
Imbauan dan Zona Merah dari PVMBG
Mengingat peningkatan aktivitas vulkanik ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan:
- Sektor Tenggara: Masyarakat dilarang beraktivitas dalam bentuk apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
- Sempadan Sungai: Warga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berisiko terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
- Radius Puncak: Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar.
- Potensi Aliran Lahar: Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai kecil di sekitarnya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






