Sibolga-Mediadelegasi: Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dilaporkan masih marak terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Salah satu titik yang disorot berada di SPBU kawasan Sarudik, Tapteng.
Praktik yang dinilai menjadi pemicu kelangkaan BBM bersubsidi ini diduga telah berlangsung lama. Menurut informasi yang dihimpun, modus operandi yang digunakan tergolong rapi, yakni memanfaatkan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi.
“Ada mobil jenis L300 box, L300 bertenda, hingga Kijang kapsul yang berulang kali mengisi solar. Aktivitas ini terpantau bergantian hingga tiga sampai lima kali sehari, mulai dari pagi saat SPBU buka hingga pukul 22.00 WIB,” ungkap seorang sumber kepada wartawan, kemarin.
Aktivitas ilegal ini diduga berjalan mulus akibat adanya indikasi main mata antara oknum petugas SPBU dengan para pelaku penimbunan.
Dengan tangki modifikasi, kendaraan-kendaraan tersebut mampu menampung hingga ratusan liter solar dalam sekali pengisian.
Kejanggalan di lapangan sebenarnya sangat mudah terlihat dari durasi pengisian yang tidak wajar. “Logikanya, petugas pasti tahu kapasitas normal tangki setiap kendaraan. Kadang ada momen di mana dua truk antre sudah selesai mengisi, sementara satu mobil L300 belum juga selesai disorot,” tambah sumber tersebut.
Dari bisnis gelap ini, oknum petugas SPBU diduga menerima imbalan khusus, sementara sopir kendaraan mendapat keuntungan dari selisih harga solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter yang nantinya ditampung dan dijual kembali ke sektor non-subsidi dengan harga industri.
Abdul Hutagalung, salah seorang petugas berkompeten di SPBU Horas Hutagalung ketika dikonfirmasi Mediadelegasi, Senin (26/10) by WhatsApp tidak menjawab pertanyaan. Dia malah mengajak jumpa untuk bercerita.
Masyarakat kini menaruh harapan besar pada ketegasan aparat penegak hukum. Momentum kepemimpinan Kapolri baru diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk mengusut tuntas jaringan mafia solar yang merugikan masyarakat dan negara ini. D|Red-06
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : MS
Editor : Alan






