Sibolga-Mediadelegasi : Wali Kota Sibolga, Sumatera Utara, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya seorang pria bernama Arjuna Tamaraya. Arjuna menjadi korban penganiayaan di Masjid Agung Sibolga saat sedang beristirahat.
“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa kepada Almarhum Arjuna, dan juga belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Syukri dengan nada sedih.
Kejadian tragis ini telah menggemparkan warga Sibolga dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Masjid, yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan damai untuk beribadah dan beristirahat, justru menjadi lokasi tindak kekerasan yang merenggut nyawa seseorang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Syukri juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas respons cepat dalam menangkap para pelaku penganiayaan. Polres Sibolga berhasil mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam kasus ini.
“Kedua, apresiasi kepada Polres Kota Sibolga yang kurang dari 2×24 jam sudah menangkap tiga orang pelaku. Dan di tanggal 3 November sudah menangkap seluruh pelaku sebanyak lima orang,” ujarnya.
Syukri mengimbau masyarakat untuk mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada Polres Sibolga. Ia berharap agar para pelaku dapat dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku atas perbuatan keji yang telah mereka lakukan.
Mantan Ketua DPRD Kota Sibolga ini juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan lembaga-lembaga keagamaan untuk membahas persoalan ini secara komprehensif. Salah satu poin penting yang dibahas adalah evaluasi terhadap Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Agung Sibolga.
“Pesan saya juga kemarin kepada seluruh stakeholder organisasi keagamaan untuk sama-sama mengevaluasi BKM di Kota Sibolga khususnya Masjid Agung Kota Sibolga,” tuturnya.
Evaluasi ini dianggap perlu untuk memastikan bahwa pengelolaan masjid dilakukan dengan baik dan profesional, serta dapat mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Wali Kota Syukri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan terhadap keamanan Kota Sibolga. Ia menekankan pentingnya memberikan rasa nyaman dan aman bagi siapa pun yang berkunjung ke kota ini, termasuk saat beristirahat di masjid.
“Kita harus memberikan kepercayaan kepada masyarakat ketika berkunjung ke Kota Sibolga. Ketiga beristirahat di masjid harus diberikan kenyamanan dan keamanan. Masjid juga boleh disinggahi oleh siapa aja. Masjid itu rumah Allah SWT, bukan milik pribadi,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rustam E Silaban, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal dunia akibat luka berat di kepala yang disebabkan oleh penganiayaan bersama-sama.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban meninggal akibat luka berat di kepala akibat penganiayaan bersama-sama,” kata AKP Rustam E Silaban.
Motif penganiayaan ini diduga karena korban tidak mengikuti keinginan pelaku untuk tidak tidur di masjid. Polisi terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan bahwa para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta menjaga kesucian dan keamanan tempat-tempat ibadah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












