Bikin Geram! Politikus Singapura Singgung Potong Internet RI, 90 Persen Disebut Lewat Negaranya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar unggahan akun X milik mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng (@calvinelcheng), yang memuat infografis klaim ketergantungan 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melalui Singapura dengan takarir

Tangkapan layar unggahan akun X milik mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng (@calvinelcheng), yang memuat infografis klaim ketergantungan 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melalui Singapura dengan takarir "Cut?". Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Pernyataan politikus Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, yang menyinggung kemungkinan pemutusan jalur internet Indonesia memantik perhatian warganet. Di tengah memanasnya pembicaraan soal pasokan gas antara kedua negara, unggahan tersebut menimbulkan pertanyaan: seberapa besar ketergantungan konektivitas digital Indonesia terhadap Singapura?

Melalui akun X pribadinya, @calvinelcheng, Senin (26/10/2026), mantan anggota parlemen Singapura itu mengunggah infografis mengenai ketergantungan internet Indonesia terhadap negaranya. Ia kemudian menuliskan satu kata yang langsung menyita perhatian: “Potong?”

Infografis tersebut memuat klaim bahwa sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura. Angka ini menjadi sorotan karena konektivitas internet telah menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi, transaksi ekonomi, layanan publik, hingga kegiatan usaha.

Tak berhenti di situ, Cheng kembali mengunggah pernyataan yang bernada sindiran.

“Kami adalah orang-orang yang beradab dan taat hukum. Jelas kami tidak akan melakukan ini (memutus jaringan internet Indonesia),” tulisnya.

Pernyataan itu mendapat respons dari warganet Indonesia. Sebagian mengaitkannya dengan hubungan kedua negara yang tengah menjadi perhatian setelah pemerintah Indonesia mengumumkan pengurangan ekspor gas ke Singapura.

BACA JUGA:  Vonis Ringan ABK Sabu Dua Ton Picu Sorotan

 

Gas Dipangkas, Jalur Internet Ikut Disinggung

Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengumumkan pengurangan pasokan gas ke Singapura dari dua titik utama, yakni Natuna dan Sumatra.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pengurangan pasokan tersebut masing-masing sebesar 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra. Total pengurangan mencapai 31 BBTUD.

Pernyataan itu disampaikan Djoko saat ditemui di sela acara Subroto Awards 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Pengurangan ekspor tersebut mulai diberlakukan pada Sabtu (24/10/2026).

Kebijakan energi itu kemudian menjadi latar yang membuat unggahan Cheng semakin disorot. Namun, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa komentar sang politikus merupakan keputusan resmi pemerintah Singapura atau tindakan balasan langsung terhadap kebijakan ekspor gas Indonesia.

 

Internet Indonesia Bukan Persoalan Sepele

Jika benar terjadi gangguan besar pada jalur konektivitas internasional, dampaknya berpotensi meluas ke berbagai sektor. Aktivitas bisnis, layanan keuangan digital, komunikasi lintas negara, dan akses terhadap layanan internet global dapat ikut terdampak, bergantung pada jalur serta sistem cadangan yang tersedia.

BACA JUGA:  Hujan Deras Guyur Jakarta, 12 RT di Jaksel Terendam Banjir

Meski demikian, klaim bahwa 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura perlu diperiksa melalui data teknis independen. Angka tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti bahwa Singapura dapat memutus seluruh akses internet Indonesia secara sepihak.

Sampai informasi ini diberitakan, pernyataan Cheng yang beredar merupakan unggahan seorang politikus, bukan pengumuman resmi mengenai pemutusan jaringan internet oleh pemerintah Singapura.

Di tengah hubungan bertetangga yang juga terikat kepentingan perdagangan dan kerja sama regional, persoalan ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur digital merupakan kepentingan strategis. Bagi Indonesia, memperkuat jalur konektivitas alternatif dan ketahanan jaringan menjadi penting agar akses digital nasional tidak rentan terhadap gangguan di satu titik transit.

Catatan: Berita ini disusun berdasarkan pemberitaan Republika dan informasi terkait yang tersedia hingga 27 Oktober 2026. Klaim ketergantungan 90 persen serta konteks dugaan ancaman perlu diverifikasi lebih lanjut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Alx

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis
Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Sah Desember
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III
KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Bikin Geram! Politikus Singapura Singgung Potong Internet RI, 90 Persen Disebut Lewat Negaranya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid

Berita Terbaru

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan arahan dalam sebuah acara resmi di Jakarta. Meutya menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan mental jurnalis serta kewajiban perusahaan media menyediakan sesi debriefing pascaliputan berat. Foto: Ist.

Nasional

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:02 WIB

Penampakan sejumlah WNA asal Malaysia dan Singapura saat terjaring operasi keimigrasian di sebuah lokasi di Dalung, Bali, karena menyalahgunakan izin tinggal untuk mengoperasikan pinjol ilegal. Foto: Ist.

Nasional

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:07 WIB