417 Siswa SMP di Dramaga Kabupaten Bogor Keracunan Massal Usai Santap MBG, Sampel Diuji Laboratorium

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa korban keracunan MBG di Dramaga, Kabupaten Bogor, sedang dirawat. Sebanyak 417 siswa dari dua sekolah terdampak. Foto: Ist.

Siswa korban keracunan MBG di Dramaga, Kabupaten Bogor, sedang dirawat. Sebanyak 417 siswa dari dua sekolah terdampak. Foto: Ist.

Bogor-Mediadelegasi: Peristiwa keracunan massal menimpa ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026). Sebanyak 417 siswa dari dua sekolah berbeda diduga mengalami keracunan tak lama setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Angka ini dipastikan terus dipantau hingga siang hari.

Para korban berasal dari SMP Negeri 1 Dramaga dan SMP Negeri 2 Dramaga. Tak lama setelah mengonsumsi makanan yang disajikan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan keluhan kesehatan secara serentak. Gejala yang muncul antara lain sesak napas, mual hebat, pusing, sakit perut, hingga tubuh terasa lemas dan tak bertenaga.

Penanganan darurat langsung dilakukan. Ratusan pelajar yang mengalami gejala dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapat perawatan medis. Tiga lokasi yang menjadi rujukan yaitu Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Dramaga, Rumah Sakit Medika Dramaga, serta Puskesmas Cangkurawok.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, turun langsung meninjau penanganan di lapangan guna memastikan seluruh korban tertangani dengan baik. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada para siswa yang menjadi korban.

BACA JUGA:  KPK: Dana BNPB Rp30,98 Miliar Dipakai Beli Saham, Pengadaan Rp148 Miliar Terafiliasi Adik Kepala BNPB

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan maksimal. Dinas Kesehatan juga sudah bergerak di lapangan,” ujar Ade Ruhandi di lokasi kejadian, Selasa (27/10/2026).

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah menerjunkan tim medis khusus serta tim penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) ke lokasi kejadian maupun ke fasilitas kesehatan tempat para korban dirawat. Langkah ini diambil guna mempercepat penanganan serta memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa.

Saat ini, petugas telah mengambil sampel makanan dari menu paket MBG yang disajikan kepada para siswa. Sampel tersebut akan dibawa dan diuji di laboratorium untuk mengetahui secara pasti zat atau penyebab yang memicu timbulnya gejala keracunan pada ratusan pelajar tersebut.

Bersamaan dengan itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait telah memasang garis steril di dapur penyedia makanan program MBG yang terkait. Hal ini dilakukan guna menjaga kelengkapan barang bukti serta memudahkan proses penyelidikan lebih lanjut terkait sumber permasalahan makanan tersebut.

BACA JUGA:  PDIP Tekankan Relawan Kesehatan Harus Didasari Panggilan Ideologis, Bukan Elektoral

Hingga kini, tim gabungan masih memantau kondisi kesehatan para siswa yang dirawat. Pemerintah Kabupaten Bogor berjanji akan mengumumkan hasil uji laboratorium segera setelah keluar, sekaligus menindak tegas pihak yang terbukti lalai dalam proses penyediaan makanan program MBG.

Orang tua para siswa diimbau tetap tenang dan memantau kondisi anak-anak mereka, sementara pihak sekolah memastikan proses pemberian makanan dihentikan sementara sampai hasil pemeriksaan tuntas.

Peristiwa ini menjadi sorotan terbaru menyusul sejumlah kasus keracunan serupa yang terjadi di daerah lain terkait penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis. Masyarakat berharap hasil penyelidikan transparan dan segera diumumkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di tempat lain.

Kondisi terkini para korban yang menjalani perawatan terus dipantau secara berkala. Belum ada laporan mengenai adanya korban yang mengalami kondisi kritis atau meninggal dunia dalam peristiwa ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi, Gandeng Pertamina & Pupuk Indonesia
Dugaan Korupsi HPT Kuansing & Suap ke Menhut Raja Juli Antoni: KPK Fokus Perkara Jual Beli Jabatan, Belum Tutup Buku
Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis
Bikin Geram! Politikus Singapura Singgung Potong Internet RI, 90 Persen Disebut Lewat Negaranya
Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi, Gandeng Pertamina & Pupuk Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:24 WIB

417 Siswa SMP di Dramaga Kabupaten Bogor Keracunan Massal Usai Santap MBG, Sampel Diuji Laboratorium

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Korupsi HPT Kuansing & Suap ke Menhut Raja Juli Antoni: KPK Fokus Perkara Jual Beli Jabatan, Belum Tutup Buku

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali

Berita Terbaru

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan arahan dalam sebuah acara resmi di Jakarta. Meutya menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan mental jurnalis serta kewajiban perusahaan media menyediakan sesi debriefing pascaliputan berat. Foto: Ist.

Nasional

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:02 WIB