Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi, Gandeng Pertamina & Pupuk Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, saat memberikan keterangan. Ia menegaskan Koperasi Merah Putih akan menjadi pusat distribusi utama barang bersubsidi, didukung sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia. Foto: Ist.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, saat memberikan keterangan. Ia menegaskan Koperasi Merah Putih akan menjadi pusat distribusi utama barang bersubsidi, didukung sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Badan Pengelola BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) memperkuat sinergi lintas BUMN demi menyokong jalannya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Fokus utama langkah ini adalah memperluas akses warga terhadap pasokan kebutuhan pokok serta barang bersubsidi secara langsung dari tingkat desa.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran utama seluruh komoditas bersubsidi pemerintah ke depannya. Setiap aliran barang serta datanya akan terpusat di jaringan koperasi desa tersebut.

“Visi Presiden itu sentral distribusi untuk setiap yang namanya bersubsidi itu lewat Kopdes. Artinya, data itu akan ada di Kopdes itu nanti,” ujar Dony Oskaria, Selasa (27/10/2026).

Kerja nyata telah dimulai melalui kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Keduanya membangun ekosistem distribusi terpadu berbasis Koperasi Merah Putih, mencakup penyaluran LPG bersubsidi, MinyaKita, hingga pupuk ke seluruh desa yang memiliki koperasi.

BACA JUGA:  Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

Dony telah menggelar rapat koordinasi khusus bersama jajaran direksi kedua BUMN guna memastikan pasokan berjalan lancar dan tepat sasaran. Ia menekankan manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita suplai karena dampaknya untuk masyarakat benar-benar langsung. Jadi manfaat koperasinya benar-benar nyata. Jadi sudah berjalan terus,” kata Dony.

Di lapangan, penyaluran pupuk telah berjalan dengan rata-rata volume pengiriman 4 hingga 5 ton per koperasi. Sementara itu, distribusi LPG disesuaikan secara dinamis dengan kebutuhan masing-masing wilayah agar stok selalu aman dan mudah dijangkau warga.

Sinergi ini dirancang agar tidak sekadar memperlancar pasokan barang bersubsidi, melainkan juga mengangkat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa. Dengan jalur distribusi langsung dari BUMN ke koperasi, rantai perantara dipangkas sehingga harga tetap terjangkau dan ketersediaan terjamin.

BACA JUGA:  Pertamina Tambah SPBU 24 Jam di Medan dan Upayakan Pasokan BBM ke Tapteng-Sibolga

Ke depan, Danantara dan BP BUMN berkomitmen terus mengawal kolaborasi ini agar berjalan berkelanjutan. Program ini diharapkan turut memperluas pemerataan hasil pembangunan nasional hingga ke pelosok desa.

Sementara itu, terkait laporan kendaraan Koperasi Merah Putih yang berkendara ugal-ugalan di Lampung, pihak berwenang segera menindaklanjuti demi menjaga citra dan ketertiban operasional seluruh armada koperasi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

417 Siswa SMP di Dramaga Kabupaten Bogor Keracunan Massal Usai Santap MBG, Sampel Diuji Laboratorium
Dugaan Korupsi HPT Kuansing & Suap ke Menhut Raja Juli Antoni: KPK Fokus Perkara Jual Beli Jabatan, Belum Tutup Buku
Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis
Bikin Geram! Politikus Singapura Singgung Potong Internet RI, 90 Persen Disebut Lewat Negaranya
Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi, Gandeng Pertamina & Pupuk Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:24 WIB

417 Siswa SMP di Dramaga Kabupaten Bogor Keracunan Massal Usai Santap MBG, Sampel Diuji Laboratorium

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Korupsi HPT Kuansing & Suap ke Menhut Raja Juli Antoni: KPK Fokus Perkara Jual Beli Jabatan, Belum Tutup Buku

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali

Berita Terbaru

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan arahan dalam sebuah acara resmi di Jakarta. Meutya menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan mental jurnalis serta kewajiban perusahaan media menyediakan sesi debriefing pascaliputan berat. Foto: Ist.

Nasional

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:02 WIB