Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong pemerintah provinsi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) untuk kembali menetapkan status tanggap darurat. Langkah ini menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor susulan yang menghambat proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Permintaan itu disampaikan Tito saat meninjau langsung lokasi banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Menurutnya, penetapan status tanggap darurat diperlukan agar pemerintah daerah memiliki keleluasaan penuh dalam mempercepat penanganan tanpa harus terbebani oleh prosedur administrasi yang panjang dan berbelit-belit.
Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito segera menerbitkan surat arahan resmi agar pemda dapat memanfaatkan dana belanja tidak terduga (BTT) secara cepat.
“Kita harus sepakat daerah tetapkan lagi status tanggap darurat agar pemda dan kementerian terkait kebencanaan seperti Kemensos, Kementerian PU, BNPB, dalam rangka percepatan bisa prosesnya cepat tanpa berbelit-belit,” ujar Tito. Ia bahkan menegaskan pengadaan penanganan darurat jika perlu tidak harus melalui proses lelang demi mengutamakan keselamatan dan pertolongan bagi masyarakat yang terdampak parah.
Wilayah Terdampak dan Dukungan Anggaran
Bencana hidrometeorologi susulan ini setidaknya meluas di 53 kabupaten/kota dengan karakteristik kejadian berulang saat curah hujan meningkat. Di Aceh sendiri, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyebutkan ada enam kabupaten yang kembali mengalami bencana susulan, yakni Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.
Di sisi lain, pemerintah pusat tetap melanjutkan masterplan rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera periode 2026–2028 yang membutuhkan anggaran total sekitar Rp100,1 triliun. Pemerintah juga memperkuat fiskal daerah melalui tambahan Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp10,6 triliun bagi Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Dalam kunjungan tersebut, Tito turut menyerahkan berbagai bantuan nyata, mulai dari kendaraan water supply multifungsi, pompa air untuk Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Utara, bantuan dana tunai untuk desa terdampak, hingga paket logistik dan sembako senilai ratusan juta rupiah dari Kementerian Sosial. Pemerintah memastikan seluruh korban bencana, baik dari musibah sebelumnya maupun bencana susulan, akan terus mendapat perhatian penuh hingga pemulihan tuntas. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






