Menkes Budi Gunadi Sebut Cowok Perokok Adalah Red Flag

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.(Foto:Ist)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.(Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan peringatan keras bagi kaum perempuan untuk lebih selektif dalam memilih pasangan hidup. Dalam sebuah pernyataan terbaru, ia menyoroti kebiasaan merokok pada pria yang disebutnya bukan sekadar masalah gaya hidup, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan pasangan di sekitarnya.

Pria yang akrab disapa BGS ini secara blak-blakan menyebut kebiasaan merokok sebagai tanda peringatan atau red flag yang harus diwaspadai. Ia mengimbau para perempuan untuk menjauh dan tidak menganggap remeh pria yang memiliki ketergantungan pada rokok karena dampak jangka panjang yang ditimbulkan.

Baca juga : https://mediadelegasi.id/ono-surono-diperiksa-kpk-terkait-kasus-bupati-bekasi/

Dampak kesehatan ini, menurut BGS, muncul karena perempuan yang mendampingi perokok otomatis akan menjadi perokok pasif. Secara biologis, tubuh perempuan tetap akan menanggung beban racun yang sama meskipun mereka sendiri tidak pernah menyulut batang rokok.

Menkes Budi Gunadi Ingatkan Perempuan: Jauhi Cowok Perokok, Red Flag!

Budi menjelaskan bahwa zat berbahaya dari rokok tidak hanya hilang begitu kepul asapnya memudar. Partikel racun tersebut dapat bertahan lama dan menempel di berbagai media, mulai dari udara dalam ruangan, serat pakaian, helai rambut, hingga permukaan kulit pasangan.

BACA JUGA:  KPK Tahan 3 Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina, Kerugian Negara Capai Rp649 Miliar Lebih

Paparan yang terjadi secara terus-menerus ini sering kali berlangsung tanpa disadari. Tanpa adanya tindakan preventif, zat karsinogenik yang masuk ke dalam sistem pernapasan perempuan akan terakumulasi dan merusak sel-sel tubuh secara perlahan namun pasti.

Angka statistik yang dipaparkan Menkes pun cukup mengkhawatirkan. Ia menegaskan bahwa perempuan yang berstatus sebagai perokok pasif memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang hidup di lingkungan bebas asap rokok.

Secara spesifik, BGS menyebutkan bahwa risiko terkena kanker payudara dan kanker serviks akan melonjak hingga 40 persen bagi perempuan perokok pasif. Angka ini menjadi pengingat bahwa pilihan pasangan hidup berkaitan erat dengan peluang hidup sehat di masa depan.

Dua jenis kanker tersebut, lanjut Menkes Budi, memiliki karakteristik yang sangat agresif dalam menggerogoti tubuh manusia. Selain menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari, penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia.

BACA JUGA:  Menkes Budi Ungkap Fakta Mengejutkan tentang TBC di Indonesia

Namun, di tengah ancaman tersebut, Menteri Kesehatan membawa kabar baik terkait upaya deteksi dini. Pemerintah Indonesia kini secara resmi menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Puskesmas.

Layanan Cek Kesehatan Gratis ini difokuskan untuk membantu deteksi dini kanker, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi seperti perokok pasif. Program ini diharapkan dapat memutus rantai keterlambatan penanganan medis yang sering terjadi.

Melalui program CKG, perempuan dapat melakukan berbagai skrining penting tanpa dipungut biaya sepeser pun. Pemeriksaan yang tersedia meliputi pemeriksaan payudara klinis, tindakan USG untuk memantau jaringan payudara, hingga tes HPV DNA guna mendeteksi keberadaan virus penyebab kanker serviks.

Menutup imbauannya, Budi Gunadi mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk mengedepankan prinsip menyayangi diri sendiri. Dengan rutin melakukan pengecekan kesehatan dan menghindari faktor risiko lingkungan, diharapkan angka kesehatan perempuan Indonesia dapat terus meningkat.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat
KPK Tetapkan Dedi Congor Tersangka Baru Suap Bea Cukai, Kasus Cukai Djarum Disorot
Putusan MA soal Gibran Picu Desakan DPR Tinjau Syarat Wakil Presiden
Kasus Suap ATR/BPN: KPK Periksa Dirut PT Kencana Jaya Property Terkait Lahan Bogor
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:12 WIB

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Selasa, 3 November 2026 - 14:16 WIB

Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB