Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurutnya, mekanisme kerja sama dengan Baznas sudah beberapa kali diterapkan dan terbukti efektif dalam membantu wilayah terdampak bencana.
Di sisi lain, Gubernur Pramono mengapresiasi respons positif yang diberikan masyarakat Jakarta terhadap kebijakan peniadaan kembang api pada perayaan tahun baru kali ini. Ia menyatakan bahwa dukungan tersebut mencerminkan tingkat empati dan kedewasaan yang tinggi dari warga kota.
“Dukungan publik luar biasa. Ini mencerminkan empati dan kedewasaan masyarakat Jakarta yang plural,” ucapnya dengan bangga, menyoroti semangat gotong royong yang masih kental di kalangan masyarakat ibu kota.
Pramono juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI akan melakukan evaluasi terhadap format perayaan tahun baru pada tahun-tahun mendatang. Namun demikian, bagi dirinya dan Wakil Gubernur Rano Karno, momentum pergantian tahun tetap menjadi waktu untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat yang merayakan, Pemprov DKI menyediakan layanan transportasi publik yang diperpanjang. Seluruh rangkaian acara malam tahun baru selesai pada pukul 01.00 WIB, namun layanan transportasi beroperasi hingga pukul 02.00 WIB.
Layanan Transjakarta pada koridor utama tetap beroperasi selama 24 jam non-stop guna memastikan mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan aman. Selain itu, Pemprov DKI juga menyiagakan personel lintas perangkat daerah untuk menjaga kondisi kota kembali normal dengan cepat.
Sebanyak 3.395 petugas Dinas Lingkungan Hidup dikerahkan untuk menjaga kebersihan kota, 2.191 personel Dinas Perhubungan disiagakan untuk kelancaran mobilitas, serta 1.692 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ditempatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum di seluruh wilayah Jakarta.D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






