Jakarta-Mediadelegasi : Warga Jakarta Utara kini memiliki ruang terbuka hijau baru yang unik dan menarik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka Taman Si Pitung yang berlokasi di kolong Tol Jampea, Koja, Jakarta Utara. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas ruang terbuka hijau (RTH) dan menyediakan fasilitas publik yang ramah anak di tengah hiruk pikuk ibu kota.
Dalam acara peresmian yang dihadiri oleh warga setempat, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah, Gubernur Pramono Anung menyampaikan komitmennya untuk terus memperbanyak taman kota di berbagai sudut Jakarta. Ia menekankan bahwa banyak area yang sebelumnya kurang termanfaatkan kini diubah menjadi ruang bermain dan ruang hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Hari ini, dengan bangga saya nyatakan Taman Si Pitung resmi dibuka untuk umum,” ujar Gubernur Pramono dengan senyum lebar, disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan taman di kawasan padat penduduk seperti Jakarta Utara memiliki tantangan tersendiri. Keterbatasan lahan memaksa pemerintah untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan setiap jengkal ruang yang ada, termasuk area-area yang seringkali terabaikan seperti kolong jembatan dan area di bawah jalan tol.
“Tempat seperti ini dulunya mungkin dianggap kumuh dan tidak terawat, tapi kini kita ubah menjadi ruang hidup baru yang penuh warna dan keceriaan bagi warga,” tuturnya dengan semangat.
Pramono juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota dan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan ruang terbuka hijau yang telah dibangun. Ia mengajak seluruh warga untuk ikut serta merawat taman dan fasilitas publik lainnya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Ia juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Pertamanan dan Wali Kota Jakarta Utara untuk mempercepat pembukaan taman-taman baru di kawasan padat penduduk lainnya. Langkah ini dianggap penting agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap udara bersih dan tempat interaksi sosial yang sehat.
Selain pembangunan taman, Gubernur Pramono juga mengungkapkan rencana untuk menata ulang kawasan di bawah jalan tol menjadi area hijau yang lebih menarik dan fungsional. Ia ingin mengubah citra kolong jalan tol yang seringkali identik dengan kesan kumuh menjadi ruang publik yang asri dan nyaman.
“Saya ingin ruang di bawah jalan tol ini menjadi lebih hijau, lebih indah, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Jika ruang terbuka hijau bertambah, kota kita akan terasa lebih sejuk, lebih nyaman, dan lebih menyenangkan untuk ditinggali,” tambahnya.
Gubernur juga menyampaikan kabar gembira bahwa persentase ruang terbuka hijau di Jakarta telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Dulu, ruang terbuka hijau di Jakarta hanya sekitar 5,75 persen dari luas wilayah, tapi kini sudah mencapai 14 persen. Ini adalah hasil kerja keras bersama dari seluruh pihak,” ungkapnya dengan nada optimis.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono juga membahas isu keterbatasan lahan pemakaman umum di Jakarta yang semakin mendesak. Ia menjelaskan bahwa dari 80 TPU yang ada di Jakarta, hanya 69 yang masih menerima jenazah baru karena keterbatasan ruang.
Pemerintah kini tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membuka lahan pemakaman baru yang juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Selain itu, beberapa area pemakaman lama akan ditata ulang agar bisa berfungsi ganda sebagai taman memorial yang indah dan nyaman.
“Kami sedang menghitung kembali kebutuhan lahan pemakaman di Jakarta dan akan segera menggelar rapat khusus untuk membahas solusi terbaiknya,” kata Pramono.
Gubernur juga menyinggung soal pemanfaatan tanah fasos dan fasum yang telah diserahkan ke Pemprov DKI. Lahan-lahan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk dijadikan taman tematik dan ruang hijau publik di berbagai wilayah Jakarta.
Sebagai penutup, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa program ruang terbuka hijau merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang layak huni, berkelanjutan, dan membanggakan bagi seluruh warganya. Ia berharap masyarakat dapat terus menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah disediakan oleh pemerintah.
“Kalau kota kita hijau, bersih, dan tertata dengan baik, maka Jakarta akan menjadi kebanggaan kita bersama,” tutupnya dengan senyum optimis. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












