Ade Sandra: Mari Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19, Hindari Hoax…!

- Penulis

Kamis, 18 Maret 2021 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nara Sumber dan Peserta Dialog Interaktif Nasional Pergerakan Indonesia

Nara Sumber dan Peserta Dialog Interaktif Nasional Pergerakan Indonesia

Medan-Mediadelegasi: Dalam membantu pemerintah sukseskan program vaksinasi Covid-19, DPP Pergerakan Indonesia (PI) yang  diketuai Ade Sandrawati Purba SH MH menggelar dialog interaktif, dengan thema “Cegah Hoax, Lindungi Keluarga dengan Vaksin Covid 19”

Menariknya pada dialog yang menghadirkan tiga nara sumber, adalah Dr dr Beni Satria SKed MKes SH MH(Kes), Ir Hery Batangari Nasution MPsi, Dr Ir Yusrianda SH MH,    mengupas kemanfaatan vaksinasi dan berita hoax yang miring terhadap vaksinasi tersebut.

“Mari kita sukseskan program pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19, yakinlah pemerintah pasti memberikan yang terbaik pada warga dan rakyatnya,” kata wanita yang akrab disapa Ade Sandra itu dalam sambutannya memulai dialog tersebut, Kamis (18/3), di hotel Polonia Medan.

Dia menjelaskan, program kerja vaksinasi Covid-19 adalah upaya pemerintah agar Covid-19 cepat berlalu yang selanjutnya ekonomi kita akan meningkat. “Ini dilakukan bukan haya di negara kita saja, namun di seluruh dunia,” tegasnya.

Ade juga menyayangkan, program vaksniasi pemerintah, diwarnai dengan banyaknya berita-berita hoax yang beredar di masyarakat terkait vaksinasi. “Diharapkan para peserta Dialog Interaktif ini, nantinya bisa menjadi sumber informasi yang benar bagi masyarakat terhadap manfaat dari vaksinasi,” harap Ade.

BACA JUGA:  Ketua KPK: Banyak Titik Rawan Korupsi pada Penanganan Covid-19

Dia juga menjelaskan, berilah penjelasan kepada masyarakat bahwa vaksinasi itu tidak merugikan bagi kita dan keluarga, namun sebaliknya vaksinasi akan sangat bermanfaat bagi diri dan keluarga bahkan bermanfaat bagi orang lain yag belum di vaksin.

Sedangkan dalam paparan ilmiahnya, Dr dr Beni Satria SKed MKes SH MH(Kes) mengatakan, bahwa Virus Covid -19 itu menular dan sangat berbahaya. “Virus tersebut bisa bermutasi dan bertahan selama 8 jam, diudara maupun menempal di benda,” sebutnya memulai paparan ilmiah.

Dia menjelaskan, menurut regulasi di Indonesia  terhadap virus yang menular pemerintah memiki kewajiban untuk melakukan penanganan penyakit menular untuk melindungi masyarakat.

Dan apabila ada upaya masyarakat untuk menghalangi program vaksinasi tersebut juga diatur sanksi. “Terhadap informasi hoax vaksinasi Covid 19 yang beredar di mediasosial maupun masyarakat itu diatur sanksinya,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, terhadap penanganan virus atau penyakit menular, pemerintah sebelumnya juga telah melakukan vaksinasi dan berhasil. “Seperti halnya, vaksinasi cacar, vaksinasi polio dan ada sekira 6 vaksinasi lainnya, sebelum ini, dan itu semua berhasil,” ulasnya.

Artinya, tak ada alasan untuk takut di vaksin Covid-19 mengingat sebelumnya juga pemerintah telah melakukan vaksinasi dan berhasil. “Jangan takut marilah kita sukseskan vaksinasi Covid 19 ini, Pemerintah pasti memberikan yang terbaik bagi warganya,” tegas Beny.

BACA JUGA:  Protokoler Kesehatan Bagai Terabaikan, Arus Lalin Kota Medan Mulai Padat Merayap

Sementara Yusrianda, dalam cukilan orasi ilmiahnya juga menegaskan, bahwa Vaksinasi Covid 19 tersebut aman bagi masyarakat. “Saya sudah divaksin dan hingga kini aman, padahal saya punya riwayat hipertensi,” ulasnya.

Seperti menimpali nara sumber sebelumnya, Yusrianda juga mengimbau agar masyarakat tak takut di vaksinasi. “Vaksin Covid-19 aman, jangan takut pemerintah dipastikan memberikan yang terbaik,” ungkapnya.          

Hery Batangari sebagai nara sumber yang juga ketua Laznas (Lembaga Amal Zakat Nasional, dalam cukilannya menyinggung soal fakta atau mitos yang berkembang terkait halal haramnya vaksinasi.

Dia merinci bahwa vaksin Covid-19  halal, “ Pada 8 Januari 2021, Majelis Ulama Indonesia sudah menyatakan vaksin Covid-19 halal. “Dan sudah diuji klinis BPOM,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan terkait beredarnya hoax terhadap kandungan alumunium pada Vaksin Covid 19 yang bisa merusak otak, adalah tidak benar. “Memang mengandung garam alumunium, namun garam alumunium tersebut tak merusak otak,” ulasnya. D|Med-Des.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Berita Terbaru