Anak Gubernur Kalbar Diperiksa KPK, Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kembali Mencuat

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Arief Rinaldi. (Foto:Ist)

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Arief Rinaldi. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mempawah tahun anggaran 2015. Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Arief Rinaldi, sebagai saksi dalam kasus ini.

Arief Rinaldi, yang juga merupakan putra dari Gubernur Kalbar, Ria Norsan, akan dimintai keterangannya di Polda Kalimantan Barat. Selain Arief Rinaldi, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya, yaitu seorang ibu rumah tangga bernama Emma Suhartini, seorang notaris bernama Eddy Dwi Pribadi, dan seorang karyawan swasta bernama Istiqomah Iskandar. Namun, belum ada informasi mengenai kehadiran mereka dalam pemeriksaan ini.

“Pemeriksaan dilakukan di Polda Kalimantan Barat,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, melalui pesan singkat pada Kamis (4/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang akan didalami oleh penyidik KPK dari keterangan para saksi tersebut. Namun, kuat dugaan bahwa pemeriksaan terhadap Arief Rinaldi berkaitan erat dengan posisi ayahnya, Ria Norsan, sebagai Gubernur Kalbar.

BACA JUGA:  Penjelasan Kejagung Terkait Pengamanan Sidang Nadiem

Sebelumnya, KPK telah melakukan serangkaian penggeledahan di berbagai lokasi, termasuk rumah dinas dan kediaman pribadi Ria Norsan pada tanggal 24 hingga 25 September 2025. Selain itu, KPK juga menggeledah rumah dinas Bupati Mempawah terkait dengan perkara yang sama.

“Benar, dalam pekan ini penyidik melakukan kegiatan penggeledahan di rumah dinas Bupati Mempawah, rumah dinas Gubernur Kalimantan Barat, dan rumah pribadi saudara RN,” ungkap Budi.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari petunjuk dan bukti-bukti yang dibutuhkan dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Mempawah.

Dalam perkembangan kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiga tersangka tersebut berasal dari pihak penyelenggara negara dan pihak swasta.

“KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, dua merupakan penyelenggara negara dan satu dari pihak swasta,” kata mantan Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, kepada wartawan pada Kamis (1/5/2025).

BACA JUGA:  Jembatan Terpanjang di Kalimantan Barat Akhirnya Resmi Beroperasi

Namun, hingga saat ini, KPK masih belum membeberkan identitas ketiga tersangka tersebut secara detail. KPK berjanji akan mengumumkan nama-nama pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka secara resmi dalam waktu dekat.

Kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Dinas PU Mempawah ini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap KPK dapat mengungkap kasus ini secara tuntas dan menyeret semua pihak yang terlibat ke pengadilan.

Pemeriksaan terhadap Arief Rinaldi dan saksi-saksi lainnya merupakan langkah penting dalam proses penyidikan. KPK diharapkan dapat segera mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk memperjelas peran masing-masing pihak dalam kasus ini.

KPK berkomitmen untuk terus memberantas korupsi di semua lini, termasuk di daerah-daerah. Kasus di Mempawah ini menjadi bukti bahwa KPK tidak akan pandang bulu dalam menindak para pelaku korupsi, siapa pun mereka dan apa pun jabatannya.D|Red.

 

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadis UMKM Sumut Jadi Tersangka Korupsi Mentawai
KPP Madya Jakarta Utara Terkena OTT KPK
Penjelasan Kejagung Terkait Pengamanan Sidang Nadiem
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Sita Aset Ridwan Kamil, Diduga Terima Aliran Dana Rp 200 Miliar
Klaim Kerugian Haji Rp 1 Triliun Diragukan, Kuasa Hukum Yaqut: KPK Jangan Asal Estimasi!
Kasus Bank BJB Memanas, Ridwan Kamil Dipanggil KPK
Sidang Dakwaan Topan Ginting, JPU Ungkap Penerimaan Suap dan Commitment Fee
Korupsi BBM Medan Polonia: Setelah Mantan Camat, Kasi Sarpras Juga Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:26 WIB

Kadis UMKM Sumut Jadi Tersangka Korupsi Mentawai

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:41 WIB

KPP Madya Jakarta Utara Terkena OTT KPK

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:05 WIB

Penjelasan Kejagung Terkait Pengamanan Sidang Nadiem

Kamis, 18 Desember 2025 - 00:20 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Sita Aset Ridwan Kamil, Diduga Terima Aliran Dana Rp 200 Miliar

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:15 WIB

Klaim Kerugian Haji Rp 1 Triliun Diragukan, Kuasa Hukum Yaqut: KPK Jangan Asal Estimasi!

Berita Terbaru