Jakarta-Mediadelegasi: PT PLN (Persero) mengungkap kurang lebih 30 juta pelanggan penerima perpanjangan stimulus diskon listrik, untuk periode April-Juni 2021 relatif sama dengan sebelumnya.
“Stimulus diberikan kepada UMKM dan rumah tangga, jumlahnya 30 juta pelanggan. Jumlah relatif tetap, atau kalau pun naik-naik dikit, itu karena ada yang baru pasang listrik,” tutur EVP Tarif dan Subsidi PLN Tohari Hadiat di acara FMB 9 secara virtual, Rabu (14/4/2021).
Tohari menjelaskan jumlah pelanggan relatif sama karena perpanjangan stimulus tetap menyasar pada kelompok yang sebelumnya sudah diberikan stimulus sejak 2020 hingga kuartal I 2021.
Rinciannya, terdiri dari pelanggan rumah tangga berkapasitas listrik 450 VA dan 900 VA serta industri skala UMKM dan terdampak 450 VA.
Perbedaannya, kata Tohari, hanya pada nilai pemberian diskon. Semula, pemerintah memberikan diskon mencapai 100 persen alias gratis kepada pelanggan rumah tangga dengan kapasitas listrik 450 VA.
Namun kini, stimulus diskonnya dipotong cuma 50 persen. Sementara, pelanggan rumah tangga berkapasitas 900 VA dan industri UMKM yang semula mendapat diskon 50 persen, kini hanya 25 persen.
Begitu pula dengan stimulus berupa pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum. Kini, dipangkas tinggal 50 persen untuk untuk golongan sosial, bisnis, serta industri daya 1.300 VA ke atas serta golongan layanan khusus.
Tohari mengatakan dampak dari pemangkasan besaran stimulus diskon listrik ini akan membuat beban dana yang ditanggung pemerintah berkurang setengahnya. Menurut catatannya, stimulus diskon listrik kepada pelanggan rumah tangga dan UMKM seharusnya mencapai Rp4,6 triliun.