Argentina Berduka: Pembunuhan Sadis Tiga Perempuan Muda Disiarkan Langsung, Picu Gelombang Protes Nasional

Selasa, 30 September 2025 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembunuhan tiga perempuan yang disiarkan di media sosial gemparkan Argentina. Foto : Ist.

Pembunuhan tiga perempuan yang disiarkan di media sosial gemparkan Argentina. Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi : Argentina sedang berduka dan marah atas pembunuhan brutal tiga perempuan muda yang tidak hanya merenggut nyawa mereka, tetapi juga disiarkan langsung di media sosial, memicu gelombang protes dan seruan keadilan di seluruh negeri.

Korban, Morena Verri (20), Brenda del Castillo (20), dan Lara Gutierrez (15), ditemukan tewas terkubur di pinggiran Ibu Kota Buenos Aires pada Rabu pekan lalu, mengakhiri pencarian yang menegangkan dan mengungkap kengerian yang tak terbayangkan.

Menurut kepolisian Argentina, ketiga korban dibunuh lima hari sebelum penemuan mereka, setelah terlibat perselisihan dengan geng narkoba yang beroperasi di wilayah tersebut.

Namun, yang membuat kasus ini semakin mengerikan adalah fakta bahwa penyiksaan dan pembunuhan itu disiarkan langsung melalui grup media sosial pribadi kepada sekitar 45 orang, menurut Menteri Keamanan Buenos Aires, Javier Alonso.

“Ini adalah tindakan barbar yang melampaui batas kemanusiaan,” kata Alonso dalam konferensi pers. “Kami akan melakukan segala daya kami untuk membawa semua pelaku ke pengadilan.”

BACA JUGA:  Generasi Milenial Diajak Promosikan Wisata Sumut Lewat Medsos

Kasus ini sedang diselidiki sebagai narko-femisida, yang berarti pembunuhan atas dasar gender yang terkait dengan kejahatan narkoba, sebuah fenomena yang semakin mengkhawatirkan di Argentina dan wilayah Amerika Latin lainnya.

Sejauh ini, polisi telah menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut, dan masih memburu enam pelaku lainnya yang diyakini sebagai anggota geng narkoba yang sama.

Menurut penyelidikan awal, para korban tampaknya dipancing ke sebuah rumah di Florencio Varela, sekitar 25 km dari Buenos Aires, dengan alasan undangan pesta. Namun, sesampainya di lokasi, mereka diinterogasi dan dituduh mencuri narkoba.

Dalam rekaman yang beredar, seorang pelaku terdengar mengatakan dengan nada mengancam, “Inilah yang terjadi pada siapa pun yang mencuri narkoba milik saya.”

Menteri Alonso mengatakan bahwa motif pembunuhan tersebut kemungkinan juga didasarkan pada balas dendam, tetapi polisi masih berusaha mengungkap detail pertemuan korban dan pelaku sebelumnya.

BACA JUGA:  Hamas Kutuk Serangan Israel di Gaza saat Idul Adha, Puluhan Warga Sipil Tewas

Kasus ini telah memicu kemarahan dan kepedihan di seluruh Argentina, dengan ribuan orang turun ke jalan di berbagai kota untuk menuntut keadilan bagi para korban dan mengutuk kekerasan berbasis gender yang merajalela.

Berbagai organisasi hak-hak perempuan menganggap kasus ini sebagai contoh ekstrem dari kekerasan berbasis gender yang endemik di Argentina, di mana ratusan perempuan dibunuh setiap tahun. Menurut data dari Casa del Encuentro, sebuah organisasi sipil yang membela hak-hak wanita, 164 perempuan dibunuh di Argentina dalam delapan bulan pertama tahun 2025.

“Kami tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan dan semua pelaku bertanggung jawab atas tindakan mereka,” kata perwakilan dari salah satu organisasi hak-hak perempuan dalam sebuah pernyataan.”Kami juga menuntut tindakan yang lebih kuat dari pemerintah untuk mencegah kekerasan berbasis gender dan melindungi perempuan dan anak perempuan di Argentina.” D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia
Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:06 WIB

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB