Medan-Mediadelegasi: Penangkapan terhadap Reza Sitanggang (16) siswa Sekolah Yapin Sisingamangaraja yang ditahan aparat kepolisian atas dugaan sebagai anggota geng motor mendapat perhatian dari Komnas Perlindungan Anak.
Peristiwa penangkapan Reza Sitanggang berawal dari razia yang dilaksanakan Polsek-Patumbak di Jalan Sisingamangaraja depan stasiun bus ALS, menduga yang bersangkutan sebagai anggota geng motor.
Menyikapi kasus ini, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Aris Merdeka Sirait yang ditemui saat kunjungan ke Mapolda Sumut, Senin (21/12/2020), meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan penangguhan tahanan kepada siswa sekolah Yapim Reza Sitanggang.
“Yang bersangkutan masih duduk di bangku sekolah, dimana pada saat ini masih berlangsung ujian sekolah. Jadi sebaiknya kita minta pihak kepolisian agar melakukan penangguhan penahanan,” pinta Aris.
Sebelumnya Herman selaku orang tua Reza Sitanggang ketika ditemui Media Delegasi, menceritakan tentang kronologi yang dialami anaknya terjadi Sabtu(29/11/2020). Saat itu Reza berangkat dari rumah pukul 20:00 WIB mengantar abangnya ke amplas, langsung pergi ketempat saudaranya bersama temannya ke Marendal untuk memperbaiki kereta dan pulang dari Marendal sekira pukul 22:30WIB.
Saat perjalanan pulang, terang Herman, anaknya Reza bersama teman-temannyasinggah untuk membeli nasi goreng di Marendal, namun di tengah perjalanan rantai keretanya putus tepatnya di depan stasiun bus Makmur. Mereka mendorong kereta sampai depan stasiun bus ALS di jalan Sisingamangaraja, sekira pukul 23:30wib lewat geng motor.
“Naas bagi anak saya, beberapa saat setelah rombongan geng motor itu lewat. Polisi melakukan razia. Ketika dilakukan pemeriksaan ditemukan sebilah pisau pengupas jagung di kereta Reza,” ungkap Herman penduduk Keramat Muda jalan Jermal 15 (Tanah Garapan). Herman berharap kepada Komnas PA berkenan membantu penyelesaian kasus yang dialami anaknya. “kami sangat berharap melalui mediasi yang dilakukan Komnas PA, anak kami Reza bisa dilepaskan dari Polsek-Patumbak dan bisa mejalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya,” pinta Herman.D|Med-82






