Banjir Bandang Pidie Jaya Lumpuhkan Dunia Pendidikan, Sekolah Tertimbun Lumpur 3 Meter

Senin, 1 Desember 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya. Foto: Ist.

Sekolah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu (26/11/2025) tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat, tetapi juga melumpuhkan dunia pendidikan di wilayah tersebut. Ribuan rumah warga dan fasilitas umum rusak parah, termasuk puluhan bangunan sekolah yang hancur diterjang derasnya arus sungai.

Bahkan, sebagian sekolah tertimbun material lumpur setinggi lebih dari tiga meter, membuat aktivitas belajar mengajar lumpuh total hingga saat ini. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera mencari solusi agar proses pendidikan tetap dapat berjalan.

“Tahun ini tidak kita perkirakan bahwa tertanam lumpur bawaan banjir bandang yang kira-kira tiga meter. Jadi fasilitasnya tidak dapat digunakan dalam waktu dekat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalla, pada Senin (1/12/2025).

Sekolah-sekolah yang terdampak meliputi SD, SMP, MIN hingga SMA di kawasan Desa Bie, Kecamatan Meurah Dua. Kondisi paling parah terjadi di SMPN dan SMAN 2 Meureudu, di mana seluruh bangunan tertutup lumpur akibat lokasi sekolah yang berada dekat dengan aliran sungai.

BACA JUGA:  Gandeng Rektor, Prabowo Susun Strategi Pendidikan Nasional

Beberapa bangunan sekolah bahkan terseret arus, menyisakan puing-puing yang sulit dikenali. Kerusakan parah ini membuat proses pembersihan dan perbaikan membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalla, yang meninjau langsung lokasi SMAN 2 Meureudu, sempat terperosok ke dalam lumpur sedalam lebih dari satu meter. Ia akhirnya ditarik keluar oleh rombongan kepala sekolah dan pejabat yang ikut mendampingi kunjungan tersebut.

Peristiwa ini menggambarkan betapa sulit dan berbahayanya kondisi di lokasi sekolah yang terdampak banjir bandang. Lumpur tebal dan puing-puing bangunan menjadi penghalang utama dalam upaya pembersihan dan evakuasi.

Dengan sekolah-sekolah yang rusak parah dan tertimbun lumpur, dunia pendidikan di Pidie Jaya kini benar-benar lumpuh. Murid-murid tidak bisa kembali ke ruang kelas, sementara pemerintah daerah bersama dinas terkait tengah berupaya mencari solusi darurat agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan meski dalam keterbatasan.

BACA JUGA:  Tragedi di Tempat Hiburan: Pratu F Tewas Ditembak Sertu RN, Bermula dari Bersenggolan Saat Berjoget

Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain adalah penggunaan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara, pemanfaatan bangunan yang masih layak sebagai tempat belajar, atau bahkan pembelajaran jarak jauh jika memungkinkan.

Pemerintah daerah dan dinas terkait berkomitmen untuk segera mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa anak-anak di Pidie Jaya tetap mendapatkan hak mereka untuk memperoleh pendidikan, meskipun dalam situasi yang sulit dan penuh keterbatasan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan di Karo Serius, DPR Desak Audit Total SPPG
Amnesty Internasional Desak Program MBG Dihentikan Usai Siswi di Karo Hilang Ingatan
1.279 Personel Gabungan Disiagakan Tangani Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Agum Gumelar: Indonesia Tersendat Jadi Bangsa Besar karena Terlalu Banyak Kegaduhan Sendiri
Puan Maharani Minta Selidiki Dugaan Alih Fungsi Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit
Silmy Karim Ajukan Praperadilan, Gugat Penyitaan Aset Rp150 Miliar oleh KPK
Saksi Ungkap Tak Ada Larangan Pegawai BGN Bangun Dapur MBG, Lodewyk Ajukan Praperadilan Ketiga
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Terborgol dan Berrompi Tahanan untuk Diperiksa
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kasus Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan di Karo Serius, DPR Desak Audit Total SPPG

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Amnesty Internasional Desak Program MBG Dihentikan Usai Siswi di Karo Hilang Ingatan

Selasa, 8 September 2026 - 16:51 WIB

1.279 Personel Gabungan Disiagakan Tangani Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026 - 15:29 WIB

Agum Gumelar: Indonesia Tersendat Jadi Bangsa Besar karena Terlalu Banyak Kegaduhan Sendiri

Selasa, 8 September 2026 - 15:15 WIB

Puan Maharani Minta Selidiki Dugaan Alih Fungsi Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit

Berita Terbaru