Bau Menyengat Limbah SPPG Bumi Daya Ganggu Warga Lampung Selatan, Sudah Dikeluhkan Setahun

Jumat, 4 September 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air limbah berwarna hitam pekat mengalir dari saluran pembuangan SPPG Yayasan Alfian Husin-01 ke parit di permukiman warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Foto: Liputan6.com

Air limbah berwarna hitam pekat mengalir dari saluran pembuangan SPPG Yayasan Alfian Husin-01 ke parit di permukiman warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Foto: Liputan6.com

Lampungselatan-Mediadelegasi: Warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kini harus menanggung penderitaan akibat bau menyengat yang diduga bersumber dari limbah cair dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Alfian Husin-01. Limbah yang dialirkan ke parit di sekitar permukiman warga ternyata telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun tanpa ada perbaikan yang berarti.

Kondisi air yang mengalir di saluran pembuangan tersebut terlihat berwarna hitam pekat dan memancarkan bau yang sangat menyengat. Warga pun mulai merasa khawatir karena kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan, mencemari sumber air bersih, hingga berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Ali, salah seorang warga setempat, menceritakan bahwa bau menyengat tersebut paling terasa pada hari Senin hingga Jumat, yang bertepatan dengan jam kerja dan aktivitas memasak di dapur SPPG. Menurut pengamatannya, aroma tidak sedap itu muncul tepat setelah kegiatan memasak selesai dilakukan, saat limbah dari instalasi pengolahan air limbah diduga dialirkan ke saluran terbuka yang melintasi permukiman.

“Masalah bau itu ketika hari Senin sampai Jumat, ketika IPAL dioperasikan. Habis selesai masak, mungkin dibuang ke selokan atau saluran air ini. Jadi sangat bau,” ungkap Ali menceritakan keluh kesahnya dilansir dari liputan6.com pada Jumat (4/9/2026).

Keluhan terkait bau menyengat ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal berdekatan lokasi. Siapa pun yang melintas di sekitar lokasi juga kerap mencium bau yang sangat menyengat dari arah saluran air tersebut. Bahkan sejumlah siswa SMP yang berbelanja di sekitar lokasi sempat bertanya-tanya mengenai sumber bau yang mereka cium.

BACA JUGA:  Prabowo dan Macron Hadiri Peluncuran Forum Bisnis RI-Prancis, Bahas Energi hingga Pertahanan

“Pernah ada anak-anak SMP belanja di sini. Mereka bilang, ‘Mas, kok ini bau apa ya? Bau sangat menyengat’,” jelas Ali menambahkan bahwa gangguan akibat bau tersebut sudah terasa hingga ke kalangan pelajar yang melintas di jalan umum.

Warga pun akhirnya menyadari bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus segera ditangani dengan serius. Terlebih, SPPG merupakan fasilitas yang berkaitan langsung dengan penyediaan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Seharusnya aspek kebersihan dan pengelolaan limbah menjadi salah satu prioritas utama dalam operasionalnya, bukan justru menjadi sumber pencemaran lingkungan.

Kepala SPPG Yayasan Alfian Husin-01 di Desa Bumi Daya, Fajar Widi Atmoko, membenarkan bahwa pihaknya sempat menerima teguran dari Satgas Makan Bergizi Gratis terkait pengelolaan limbah yang tidak memenuhi standar. Fajar menyampaikan bahwa pihak pengelola SPPG sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak yayasan dan mengusulkan perbaikan terhadap instalasi pengolahan air limbah yang ada.

Namun sayangnya, usulan perbaikan yang disampaikan pihak pengelola SPPG belum mendapatkan tindak lanjut yang nyata dari pihak yayasan hingga saat ini. “Kalau dari kami observasi, kami sudah berusaha mengajukan perbaikan IPAL ini ke yayasan, tetapi sampai saat ini masih belum ada tindak lanjutnya,” kata Fajar menjelaskan kendala yang dihadapi.

BACA JUGA:  Kejaksaan Agung Minta Maaf Usai Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan

Fajar mengaku dirinya belum mengetahui secara pasti alasan mengapa perbaikan instalasi pengolahan air limbah tersebut belum juga dilaksanakan. Selain itu, ia juga mengakui bahwa saluran pembuangan air limbah yang digunakan oleh SPPG saat ini masih menggunakan standar lama yang belum memenuhi persyaratan kelayakan lingkungan.

Kondisi yang memprihatinkan ini pun memunculkan sorotan tajam terhadap pengawasan dan evaluasi pengelolaan limbah di setiap unit SPPG yang beroperasi di tengah masyarakat. Terlebih setelah adanya teguran resmi dari Satgas MBG, warga berharap perbaikan segera dilaksanakan tanpa menunggu lebih lama lagi.

Warga Desa Bumi Daya pun memohon kepada pihak yayasan maupun instansi berwenang agar segera turun tangan melakukan pemeriksaan serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah yang diterapkan SPPG tersebut. Masyarakat tidak ingin lagi terus-menerus menghirup udara berbau busuk yang diduga berasal dari limbah dapur program gizi tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja
KPK Periksa Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto, Kasus Suap Rejang Lebong Melebar
Heboh Syarat STNK Beli BBM Subsidi, Pertamina Resmi Batalkan Rencana Itu
NASA Ungkap Rahasia Kebakaran Gambut Indonesia: Api Menyala di Bawah Tanah, Sulit Padam Hingga Hujan Turun
Mabes TNI Evaluasi Kehadiran Prajurit TNI AL di Acara Kontes Kecantikan Transgender Thailand
Kejagung Usut Dugaan Aliran Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian ke Febrie Adriansyah
Bank Dunia Sebut 64,2% Warga Indonesia Miskin, BPS Bongkar Beda Standar Penilaian
Pesawat Garuda Indonesia GA604 Pecah Ban Saat Lepas Landas, Mendarat Selamat di Makassar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:39 WIB

Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja

Jumat, 4 September 2026 - 14:14 WIB

Bau Menyengat Limbah SPPG Bumi Daya Ganggu Warga Lampung Selatan, Sudah Dikeluhkan Setahun

Jumat, 4 September 2026 - 13:37 WIB

KPK Periksa Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto, Kasus Suap Rejang Lebong Melebar

Jumat, 4 September 2026 - 11:34 WIB

NASA Ungkap Rahasia Kebakaran Gambut Indonesia: Api Menyala di Bawah Tanah, Sulit Padam Hingga Hujan Turun

Kamis, 3 September 2026 - 16:32 WIB

Mabes TNI Evaluasi Kehadiran Prajurit TNI AL di Acara Kontes Kecantikan Transgender Thailand

Berita Terbaru