BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah Hingga Akhir November

Sabtu, 22 November 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cuaca Ekstrem. Foto: Ist.

Ilustrasi Cuaca Ekstrem. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini yang mengkhawatirkan terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan, mulai dari tanggal 21 hingga 27 November 2025. Peringatan ini mengindikasikan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Masyarakat di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan guna mengurangi risiko dan dampak yang mungkin timbul.

BMKG melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem telah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jabodetabek, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa atmosfer di wilayah Indonesia sedang berada dalam kondisi yang tidak stabil dan rentan terhadap pembentukan awan-awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan lebat.

“Peningkatan intensitas hujan tersebut dipicu oleh sejumlah fenomena atmosfer skala global, regional, maupun lokal,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Sabtu (22/11/2025).

Faktor-Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem

BMKG mencatat bahwa dari hasil analisis dinamika atmosfer di wilayah Indonesia saat ini, terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu utama peningkatan curah hujan, di antaranya:
Indian Ocean Dipole (IOD) Negatif: Fenomena IOD negatif memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Sirkulasi Siklonik: Sirkulasi siklonik yang persisten di wilayah perairan selatan Jawa turut berkontribusi terhadap peningkatan hujan, khususnya di sebagian besar wilayah Jawa dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA:  BMKG Stasiun Geofisika Deli Serdang Gelar SLG di Sibolga

Gelombang Atmosfer: Gelombang atmosfer yang terpantau aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung oleh kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer yang relatif labil, menjadi pemicu cuaca signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Siklon Tropis FINA dan Dampaknya

Di sisi lain, BMKG juga memantau perkembangan Siklon Tropis “FINA” (60 knot, 979 hPa) yang diperkirakan berada di Laut Arafura selatan Pulau Tanimbar. Intensitas siklon ini diprakirakan akan terus meningkat dan bergerak ke selatan-barat daya.

Seiring dengan pergerakan Siklon Tropis “FINA” yang menjauhi wilayah Indonesia dan menarik massa udara di sekitarnya, intensitas hujan diperkirakan akan mengalami penurunan khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Meskipun demikian, BMKG tetap mengingatkan bahwa dampak gelombang tinggi hingga 4 meter masih berpotensi terjadi di sekitar Laut Arafuru bagian barat dan tengah dalam 24 jam ke depan.

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan: Wilayah-Wilayah yang Perlu Waspada

Berikut adalah prospek cuaca sepekan ke depan periode 21-27 November 2025 yang dikeluarkan oleh BMKG:

Periode 21-23 November 2025:

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.

Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua.

Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat-sangat lebat): Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

BACA JUGA:  Granat Aktif Ditemukan di Perkebunan Banyuwangi, Polisi Lakukan Peledakan Terkendali

Angin Kencang: Maluku.

Periode 24-27 November 2025:

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.

Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua.

Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat-sangat lebat): Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat dan Papua Pegunungan.

Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Imbauan untuk Masyarakat

Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam sepekan ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  1. Selalu memantau informasi terkini mengenai perkembangan cuaca dari BMKG melalui berbagai kanal informasi yang tersedia, seperti website, aplikasi mobile, dan media sosial.
  2. Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Bandang Solok: Korban Hilang Ditemukan, Total 2 Orang Tewas, Operasi Pencarian Selesai
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Berpulang di RS Siloam Semanggi
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan TPPU
Komisi XIII DPR Panggil Ombudsman dan Pengelola Lapas Cibinong soal Dugaan Klaster Mewah
Jaksa Agung Rotasi 16 Pejabat Kejagung, Kajari Jakpus Jaksel Jakut Berganti
Tom Lembong Hadiri Sidang Nadiem: Hakim dan Jaksa Tertekan, Sistem Peradilan Belum Kondusif
KPK Geledah Kanwil BPN Jawa Timur, Temukan Uang di BPN Mojokerto, 8 Tersangka Suap HGB Bogor
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun Penjara di Tingkat Banding Kasus Chromebook
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 11:31 WIB

Banjir Bandang Solok: Korban Hilang Ditemukan, Total 2 Orang Tewas, Operasi Pencarian Selesai

Sabtu, 26 September 2026 - 05:51 WIB

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Berpulang di RS Siloam Semanggi

Jumat, 25 September 2026 - 14:50 WIB

Komisi XIII DPR Panggil Ombudsman dan Pengelola Lapas Cibinong soal Dugaan Klaster Mewah

Jumat, 25 September 2026 - 10:32 WIB

Jaksa Agung Rotasi 16 Pejabat Kejagung, Kajari Jakpus Jaksel Jakut Berganti

Kamis, 24 September 2026 - 17:26 WIB

Tom Lembong Hadiri Sidang Nadiem: Hakim dan Jaksa Tertekan, Sistem Peradilan Belum Kondusif

Berita Terbaru