Deli Serdang-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Boby Nasution menginstruksikan seluruh Bupati dan Walikota se Sumut agar segera melaksanakan langkah kongkret untuk menstabilkan harga beras di pasaran yang masih mahal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak masyarakat mengeluh karena harga kebutuhan pokok, khususnya beras semakin mahal. Untuk itu, saya menginstruksikan seluruh bupati dan walikota agar menjual beras dengan harga maksimal Rp13.100 per kilogram,” katanya, Rabu (27/8).
Gubernur menyampaikan hal itu di sela
meninjau langsung kegiatan pasar murah bahan kebutuhan pokok di Lapangan PTPN I, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang dan Lapangan Asrama Ex. 121 Kebun Lada, Kota Binjai.
Untuk merespons harga beras yang masih tinggi di pasaran, Bobby meminta para bupati dan walikota memerintahkan para camat agar berkoordinasi dengan Perum Bulog menggelontorkan beras ke pasar dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Operasi pasar beras bersama Perum Bulog tersebut, menurut dia, sebagai upaya pemerintah menekan harga sekaligus melindungi konsumen dari lonjakan harga beras.
Melalui gerakan pangan murah ini, ia memastikan harga beras nantinya akan benar-benar terkendali di seluruh kabupaten dan kota di Sumut.
“Sebagai tindak lanjut, kita juga telah menghadirkan pasar murah di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara,” tuturnya.
Dikatakan Bobby, kegiatan ini digelar serentak dan bergilir di setiap kecamatan, bukan hanya untuk menstabilkan harga beras, tetapi juga komoditas pangan lain yang ikut naik, sekaligus membantu daya beli masyarakat.
“Target kita sampai akhir tahun, harga kebutuhan pokok di pasar bisa kembali stabil. Ini bukan berarti pemerintah ikut berjualan, melainkan hadir untuk membantu rakyat dan memastikan kebutuhan tetap terjangkau,” paparnya. D|Red












