Penelitian Lenny Lusia Simatupang, Suku Batak Toba Cenderung Miliki Ginjal Lebih Tangguh

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orasi Ilmiah: Lenny Lusia Simatupang SKepNs MKep memaparkan hasil penelitian mengenai penyakit ginjal khususnya pada warga suku Batak Toba di UMT Jalan Kapten Batu Sihombing, Kenangan, Kec Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (13/5). (Foto Dok UMT Kartini Sihombing)

Orasi Ilmiah: Lenny Lusia Simatupang SKepNs MKep memaparkan hasil penelitian mengenai penyakit ginjal khususnya pada warga suku Batak Toba di UMT Jalan Kapten Batu Sihombing, Kenangan, Kec Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (13/5). (Foto Dok UMT Kartini Sihombing)

Deliserdang-Mediadelegasi: Individu suku Batak Toba miiki ginjal lebih tangguh ketimbang warga lainnya. Hal itu dikarenakan kebiasaan banyak minum air bening dengan pola hidup pola hidup sehat dengan hidrasi yang baik. “Tetapi, jika bermasalah dengan ginjal, banyak pula semakin kronis bahkan ‘tidak tertolong’ sebab kebiasaan mengonsumsi ramu-ramuan tradisional yang justru merangsak bertambah rusak ginjal tersebut,” tegas Lenny Lusia Simatupang, SKepNs MKep.

Paparan tersebut disampaikannya dalam orasi ilmiah di wisuda Universitas Murni Teguh (UMT) di Jalan Kapten Batu Sihombing, Kenangan, Kec Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (13/5). Penelitian dilakukannya dengan mixed methods selama tiga bulan penuh pada penderita penyakit ginjal di Sumut. “Konsentrasinya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan selama tiga bulan penuh. Tapi setiap tahu ada pasien atau individu menderita penyakit ginjal, saya datangi: observasi, interview hingga mengikuti pola hidup untuk pengobatan. Tiga bulan penuh,” jelasnya.

Orasi panjang diuraikannya dalam paper Pengalaman Pasien Suku Batak Toba dengan Gagal Ginjal Kronis dalam Menjalani Hemodialisa di hadapan ratusan wisudawan, orangtua serta para tokoh dan ahli lintas disiplin ilmu. Mulai Rektor Seriga Banjarnahor PhD, Ketua Yayasan Tapeumulia Bangsa Dr dr Mutiara, Wakil Rektor I dr Erwin Handoko MEd PhD, Wakil Rektor II Dr Calen SE MM, Ketua ABPPTSI Prof Bahdin Nur Tanjung, perwakilan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Wakil Ketua APTISI Sumatera Utara Dr Wardayani SE MSi serta kalangan industriawan. “Penelitian saya bukan soal antisipasi dan pengobatan penyakit ginjal semata tapi bersamaan mengedukasi masyarakat untuk memahami bahwa ketangguhan ginjal akan ambruk jika dalam pengobatan, pasien mencampuradukkan obatan-obatan dengan ramuan (tradisional) yang jsutru merangsang bertambahnya kerusakan,” tegasnya. “Kebiasaan orang Batak Toba yang suka mengonsumsi garam dan gula berlebihan pun dapat memicu penyakit. Tetapi, kekuatan orang Batak Toba itu pada kehebatannya menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol. Ginjal yang sehat memastikan penyaringan racun berjalan lancar dan tekanan darah tetap stabil!”

BACA JUGA:  Rebutan Lahan eks PTPN II, Dua Mobil Dibakar

Hasil penelitian itu mengemukakan bahwa, penyakit ginjal (sering kali dalam bentuk penyakit ginjal kronik- PGK) menjadi pembunuh utama di Indonesia. “Secara nasional kan penyakit ginjal membunuh di peringkat ke-10 sebagai penyebab kematian terbanyak dengan angka 42 ribuan kematian setiap tahunnya tapi di Sumut lebih tinggi dari rata-rata nasional,” urainya.

Di Sumut, menurut Lenny Lusia Simatupang, penyakit ginjalsebagai silent killer karena tidak bergejala pada tahap awal. “Bahkan, di sini, ginjal cenderung bermula dari diabetes melitus dan hipertensi. Perhatikan orang Batak Toba, suka mengonsumsi gula dan garam dan kadang gampang marah. Di bona pasogit juga begitu,” tambahnya sampil mengatakan penyebab utama adalah lebih dari 70 persen kasus gagal ginjal di Indonesia dipicu oleh gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. “Dampak komplikasi yang merusak ginjal membuat tubuh gagal menyeimbangkan cairan dan sisa metabolisme,” tegasnya.

BACA JUGA:  Obsesi Ladofi Pasaribu, Ciptakan Brand Kosmetik Lokal Berkualitas Import

Dalam penelitian itu ia menemukan ragam hal (komplikasi) fatal seperti ureum (penumpukan racun0 pembengkakan ekstrem di area kaki dan pergelangan, hingga penumpukan cairan di paru-paru yang memicu sesak napas akut. “Yang pasti, bila ada keluhan di pinggang yang megarah pada ginjal, konsultasi ke dokter dan ikut perobatan tanpa mencampur dengan ramu-ramuan,” tegasnya.

Pada Sidang Senat Terbuka dipimpin Seriga Banjarnahor itu dilepas 148 wisudawan terdiri dari 103 Sarjana Keperawatan, 44 Profesi Ners dan 1 Ahli Madya Kebidanan.

Seriga Banjarnahor wisudawan harus memiliki tanggung jawab profesional para lulusan di tengah masyarakat. “Kuliah merupakan proses panjang, mengubah cara berpikir seseorang. Melalui proses belajar, berdiskusi meneliti dan berorganisasilah maka pola pikir itu berubah,” sebutnya sambil mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas saat ini semakin tinggi, seiring dengan tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reuni Akbar Alumni YAHDI Maju Sepekan, Digelar 5 Juli 2026 Demi Sesuai Kalender Pendidikan
Rupiah Melemah, Harga Oli Melonjak 30 Persen
Reuni Akbar YAHDI 2026 Siap Digelar
Harmoni Syawal Makoda VI Jaguar Medan Pererat Sinergi
Penganiayaan Anak Saat Lebaran Picu Sorotan Pelayanan Polisi
Sikapi Tragedi Bayi Meninggal, Sekdiskes Sumut Sambangi Podcast Media Delegasi
Dinkes Sumut Temukan Petugas Belum Pahami UHC, RS Citra Medika Tegaskan Layanan Sudah Sesuai SOP
Kasus Bayi Meninggal, RS Citra Medika Tembung Pastikan Setiap Pasien Berobat Dilayani Sesuai SOP

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:40 WIB

Penelitian Lenny Lusia Simatupang, Suku Batak Toba Cenderung Miliki Ginjal Lebih Tangguh

Senin, 25 Mei 2026 - 13:05 WIB

Reuni Akbar Alumni YAHDI Maju Sepekan, Digelar 5 Juli 2026 Demi Sesuai Kalender Pendidikan

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:57 WIB

Rupiah Melemah, Harga Oli Melonjak 30 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:15 WIB

Reuni Akbar YAHDI 2026 Siap Digelar

Senin, 30 Maret 2026 - 19:45 WIB

Harmoni Syawal Makoda VI Jaguar Medan Pererat Sinergi

Berita Terbaru

22-24 Juni 2026, Dekranasda Gelar UMKM Siantar Expo . (Foto:Ist)

Kota Pematangsiantar

22-24 Juni 2026, Dekranasda Gelar UMKM Siantar Expo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:33 WIB