Peningkatan UMKM juga janji yang dipenuhi Bobby Nasution. Tekad menantu Presiden Joko Widodo ini menaikkan kelas UMKM terwujud dalam berbagai tindakan dan kebijakan. Secara bertahap Bobby Nasution telah menjadikan Pemko Medan sebagai pasar produk UMKM. Diawali dengan pengadaan makan minum OPD yang harus dibeli dari UMKM dan teranyar hasil kunjungan ke Medan Denai beberapa waktu lalu, Bobby Nasution juga mengupayakan agar ASN Pemko Medan memakai sepatu buat pelaku UMKM yang membuka usaha di Jalan Pertiwi, Kelurahan Binjai Denai.
Selain menjadikan Pemko Medan sebagai pasar, Bobby Nasution juga mendorong Dinas Koperasi dan UKM agar mengupayakan badan hukum dan kemampuan pelaku UMKM beradaptasi dengan digitalisasi, serta memasukkan produk mereka ke e-katalog lokal Pemko Medan.
Soal pembenahan kawasan bersejarah di Kesawan juga mulai dilakukan bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Selain mengembalikan tampilan depan bangunan mengikuti arsitektur kota lama, pembenahan infrastruktur di kawasan tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. Kabar terakhir, Kamis (24/3) kemarin, saat memimpin rapat Rencana Pengembangan Infrastruktur Kota Lama Medan di kantor wali kota, Bobby Nasution menekankan, pengerjaan drainase harus menjadi poin penting dalam pembenahan kawasan kota lama tersebut.
“Aliran drainase harus diperhatikan benar. Jangan sampai penataan justru menimbulkan masalah baru. Tujuan kita ingin menghadirkan rasa nyaman bagi masyarakat. Pastikan aliran drainase kawasan kota lama sampai ke Sungai Deli,” ujar Bobby Nasution dalam rapat yang diikuti Kepala Balai Prasaranan Permukiman Wilayah Sumut, Syafriel Tansier itu.
Untuk memenuhi janji menciptakan pemerintahan yang bersih, Bobby Nasution juga tidak segan-segan mencopot jabatan bawahannya yang terbukti melakukan pungli. Laporan yang sampai kepadanya melalui direct message akun medsos pribadi, diteliti dan ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Antinya Bobby Nasution pada praktik pungli ini mulai menulari OPD di lingkungan Pemko Medan. OPD-OPD, termasuk di Kecamatan pun membuka kanal pengaduan pungli.
Masih banyak lagi gebrakan yang dilakukan Bobby Nasution sebagai realisasi atas janji yang disebutkan saat kampanye dulu. Dan sampai kini, Bobby Nasution terus bekerja ekstra keras memacu kinerja bawahannya untuk dapat memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat sampai ke tingkat mikro.
Pemenuhan janji kampanye yang dilakukan Bobby Nasution ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Salah seorang di antara akademisi tersebut adalah Dr. M. Citra Ramadhan, S.H., M.H. Dekan Fakultas Hukum Universitas Medan Area ini menilai, memenuhi janji adalah manifestasi kepemimpinan yang baik.
Janji, sebutnya, adalah dasar bagi pertanggungjawaban pelaksanaan kekuasaan yang demokratis.
“Pemenuhan janji ini berpengaruh positif dalam pembangunan. Masyarakat pun akan merasa lebih dekat sehingga komunikasi terjalin baik,” sebutnya.(D-Red|Rel)