Perencanaan Bobby bangun kolam retensi itu menjelaskan, banjir yang melanda Kota Medan awal pekan kemarin dipicu buruknya tata kelola drainase, akibat intensitas hujan yang tinggi di daerah ini.
Sekitar 200 titik drainase terjadi genangan air yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan, dengan total drainase sepanjang 5.000 kilometer. Dengan banyaknya titik drainase yang menjadi genangan banjir saat hujan, mulai dari situ banjir dimulai. Air yang berada di drainase tergenang lalu tumpah ke badan jalan.
“Untuk itu, kita akan memeriksa seluruh drainase yang terjadi tumpatan air. Tentunya, kita lakukan ini agar air yang tergengan di drainase, bisa mengalir ke parit besar dan ke sungai,” ucapnya.
Dan yang menjadi permasalahn lagi, pihaknya juga berencana akan memperbaiki hilir sungai yang membelah kota Medan. Jika, saja hilir sungai kita baik sudah pasti air yang ada di pusat kota dengan lancar mengalir.
“Kalau perbaikan drainase harus dari hulu sampai hilir. Ada sungai kita yang hilirnya bukan di Kota Medan, itu ya. Jadi kami perbaiki drainase, kalau hilirnya nggak diperbaiki, malah tambah banjir,” ungkapnya.D|Red-yon|rel







