Bobby Nasution Janji Kembalikan Istana Maimun Jadi Ikon Kota Medan

Jumat, 26 November 2021 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bobby Nasution janji kembalikan Istana Maimun sebagai ikon Kota Medan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan itu dihadapan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) LaNyalla Mattalitti.(ist)

Bobby Nasution janji kembalikan Istana Maimun sebagai ikon Kota Medan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan itu dihadapan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) LaNyalla Mattalitti.(ist)

Medan-Mediadelegasi: Bobby Nasution janji kembalikan Istana Maimun jadi ikon Kota Medan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan itu dihadapan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) LaNyalla Mattalitti ketika mengunjungi Istana Mumun, sekaligus untuk menyampaikan sejumlah aspirasi.

“Mudah-mudahan kedatangan bapak membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Kota Medan. Sekiranya bapak bisa memberikan masukan, arahan, bimbingan sekaligus kepada kami ke pemerintah kota dan masyarakat Kota Medan,” kata Bobby dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (25/11/2021) malam.

Salah satunya kembali mengangkat adat istiadat dan etnis yang ada di kota Medan. “Kami sudah berkali-kali koordinasi. Pemerintah pusat juga sudah memberikan sebuah gambaran apa yang akan dilakukan terutama kaitannya dengan merenovasi Istana Maimun,” kata Bobby.

Bobby Nasution janji Istana Maimun kembali menjadi ikon Kota Medan, karena Pemerintah Kota Medan dan Kesultanan Deli bisa sama-sama bekerja untuk mengembalikan hal itu.

“Kita ingin Istana Maimun terus menjadi ikon Kota Medan, sejarah Kota Medan, dan bisa membanggakan bagi rakyat Indonesia,” kata menantu Presiden Joko Widodo ini.

Sementara itu ahli waris yang mewakili Kesultanan Deli, Saidin mengatakan, Istana Maimun dibangun selama sebelas tahun mulai 1887 hingga selesai tahun 1898.

BACA JUGA:  Tak Bergeming, Bobby Perintahkan Bongkar Bangunan di Atas Drainase

“Kami sangat bahagia dan bangga atas kedatangan bapak Ketua DPD RI di Istana Maimun. Ini seperti kembali menghidupkan kebhinekaan dan semangat menjaga budaya,” katanya.

Saidin menceritakan, sejarah Istana Maimun dibangun dengan biaya kurang lebih 300 gulden. “Kalau sekarang senilai Rp300 miliar. Istana ini adalah istana ketiga setelah istana pertama Sultan Deli. Istana kedua di Kota Maksum dan ini yang ketiga. Kemudian dibangun Masjid Almaksum, biayanya Rp 1 triliun,” ujarnya.

Saidin mengakui ada yang kurang dalam proses perjalanan bangsa. Hanya saja pihaknya tetap semangat dan berpegangan pada sila kelima yakni keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Itu juga yang dirasakan keraton-keraton Nusantara. Saat di Istana Bogor, kami mengatakan akan bergandengan tangan seluruh elemen bangsa, untuk keutuhan negara Indonesia yang modern. Tetapi, tidak melupakan jati dirinya sebagai negara yang bhineka. Oleh sebab itu, suatu hal yang luar biasa saat Ketua DPD RI mengangkat kembali kerajaan Nusantara dan berkujung kemana mana. Hal ini adalah tindak lanjut mewujudkan negara Indonesia yang lebih berkeadilan sosial,” katanya.

BACA JUGA:  Konflik India-Pakistan Memanas: Serangan Rudal dan Ancaman Nuklir

Saidin juga berharap Istana Maimun mendapat perhatian sebagai bagian dari cagar budaya nasional. Dia berharap istana ini bisa dibenahi. Sementara itu Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan jika resonansi yang terus disuarakan DPD terkait posisi kerajaan dan kesultanan nusantara akan memberi kesadaran, termasuk pemerintah dan bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu saya akan memperjuangkan semua amanat para raja dan sultan nusantara dalam Deklarasi Sumedang. Kami akan menemui satu per satu para pihak terkait, khususnya di pemerintahan untuk merealisasikan amanah tersebut,” ujar LaNyalla.

Menurut LaNyalla hal ini juga akan disampaikan kepada penentu kebijakan daerah, baik gubernur dan bupati atau wali kota. Salah satu dari 7 Butir Titah Raja dan Sultan mengamanatkan, agar pemerintah daerah secara aktif melibatkan kerajaan dan kesultanan nusantara untuk ikut dalam Musrenbang Daerah. Sehingga pembangunan tetap memperhatikan kearifan lokal dan nilai-nilai kebudayaan.D|rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan
Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!
Jelang Mubes HBB, Tokoh Batak Serukan Persatuan dan Kolaborasi
Lamsiang Sitompul Ajak Tokoh Batak Hadiri Audiensi HBB di Medan
Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:08 WIB

HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:04 WIB

BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!

Berita Terbaru