Bobby Nasution Usulkan Empat Skema Satukan Potensi Ekonomi 10 Provinsi Se-Sumatera

Kamis, 10 September 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution (tengah) menyampaikan usulan empat skema kerja sama ekonomi menyatukan potensi 10 provinsi se-Sumatera dalam Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di Hotel JW Marriott Medan, Rabu (9/9/2026). Usulan mencakup hilirisasi komoditas, integrasi logistik, pembiayaan bersama, dan stabilisasi pangan. Foto: Ist.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution (tengah) menyampaikan usulan empat skema kerja sama ekonomi menyatukan potensi 10 provinsi se-Sumatera dalam Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di Hotel JW Marriott Medan, Rabu (9/9/2026). Usulan mencakup hilirisasi komoditas, integrasi logistik, pembiayaan bersama, dan stabilisasi pangan. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengajukan empat skema strategis untuk menyatukan kekuatan ekonomi 10 provinsi yang berada di Pulau Sumatera. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera yang menjadi rangkaian forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle di Hotel JW Marriott Medan, pada Rabu (9/9/2026).

Bobby menegaskan bahwa Pulau Sumatera sesungguhnya telah memiliki kekuatan ekonomi yang sangat besar. Bukan lagi soal mencari potensi baru, melainkan bagaimana menyatukan dan menghubungkan kekuatan yang sudah ada agar menjadi kekuatan bersama yang lebih berpengaruh bagi kawasan maupun bagi perekonomian nasional.

“Terusannya bukan lagi ada atau tidak adanya potensi yang ada di Pulau Sumatera. Tapi tantangannya adalah bagaimana menghubungkan dan menyatukan potensi ini untuk menjadi kekuatan besar bagi kawasan dan juga bagi Indonesia,” ujar Bobby menegaskan arah usulan yang ia sampaikan di hadapan para kepala daerah se-Sumatera.

Skema pertama yang diusulkan adalah integrasi rantai nilai komoditas unggulan, mengubah basis produksi menjadi basis industri pengolahan. Sebagai contoh, Bobby mencontohkan kelapa sawit di Sumatera Utara yang saat ini baru menghasilkan sekitar 120 jenis produk turunan. Angka tersebut dinilai masih sangat terbuka untuk diperluas melalui penguatan hilirisasi yang terintegrasi di seluruh wilayah Sumatera.

Skema kedua berfokus pada pengembangan kawasan yang terintegrasi antarprovinsi, khususnya di sektor logistik. Bobby menyampaikan bahwa biaya logistik menyumbang sekitar 30 persen terhadap penentuan harga komoditas di Sumatera. Oleh karena itu, ia mengusulkan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan sentra produksi yang memiliki komoditas sejenis, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Bobby Nasution Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Pentingnya Nilai-Nilai Luhur Bangsa

Dengan konektivitas tersebut, hasil bumi dari wilayah-wilayah tersebut dapat dipusatkan dan diekspor melalui jalur logistik internasional yang lebih efisien, termasuk memanfaatkan jalur pelayaran Selat Malaka dan Samudra Hindia guna membidik pasar raksasa Tiongkok dan India.

Skema ketiga adalah kerja sama berbasis proyek yang tepat waktu dan nyata, yang selama ini dinilai masih banyak berhenti pada tahap wacana. Sebagai langkah konkret, Bobby mengusulkan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah gabungan lintas provinsi se-Sumatera sebagai sumber pembiayaan bersama, serupa dengan konsep Danantara di tingkat nasional. Selain itu, dibentuk pula sindikasi perbankan pembangunan daerah yang melibatkan delapan BPD milik 10 provinsi di Sumatera.

Skema keempat menjaga stabilitas harga pangan dan penguatan agribisnis melalui dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Dalam hal ini, Pemprov Sumut telah membangun gudang cadangan pangan di Pulau Nias yang terintegrasi dengan akses pelabuhan. Bobby menyarankan setiap daerah terluar minimal memiliki cadangan pangan untuk kebutuhan tiga bulan guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan.

“Harusnya di beberapa daerah terluar yang ada di daerah memiliki stok pangan, buffer stok minimal untuk tiga bulan pencadangan pangan suatu daerah,” tegas Bobby menekankan pentingnya ketersediaan stok pangan yang aman di setiap wilayah.

BACA JUGA:  Sinode HKI 2026 Dibuka Bobby Nasution Di Medan

Usulan strategis tersebut didasari oleh data kekuatan ekonomi Sumatera yang sangat besar. Pada triwulan I tahun 2026, kontribusi PDB Sumatera terhadap nasional mencapai 22,08 persen atau setara lebih dari Rp1.361 triliun. Angka tersebut meningkat pada semester I 2026 menjadi lebih dari Rp2.812 triliun. Dari sisi penduduk, Sumatera menyumbang 21,9 persen dari total penduduk Indonesia.

Dari sisi komoditas, produksi Sumatera juga sangat dominan secara nasional. Karet menyumbang 75 persen, kopi 74 persen, dan kelapa sawit lebih dari 55 persen terhadap produksi nasional. Sementara kelapa dan tebu berkontribusi di atas 30 persen, serta kakao dan hasil perikanan masing-masing di atas 20 persen. Meski produksinya besar, struktur ekonominya masih didominasi sektor produksi hulu, sehingga pengolahan hilir masih sangat terbuka untuk dikembangkan bersama.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyambut baik dan menyatakan sepakat dengan seluruh usulan yang disampaikan Bobby Nasution. Ia berharap kerja sama antarprovinsi ini terus berlanjut sehingga Sumatera menjadi satu kawasan yang terintegrasi dengan pemerataan pembangunan yang semakin baik dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Tekankan Penguatan Ekonomi Kawasan IMT-GT ke-32 Demi Kesejahteraan Bersama
Pertaruhkan Nyawa Demi Sekolah, Siswi di Nias Selatan Nekat Menerjang Jembatan Rusak
Lepas Kontingen MTQ Nasional 2026, Gubernur Bobby Nasution Targetkan Sumut Tembus 4 Besar
Perkuat Layanan Kesehatan, Gubernur Bobby Nasution Gandeng Korea Selatan Kembangkan Rumah Sakit di Sumut
Atasi Banjir Jalan Letda Sujono Medan, Gubernur Bobby Nasution Targetkan Proyek Dimulai Awal 2027
14 Kabupaten di Sumut Terpapar Sebaran Asap, Kualitas Udara Deli Tua dan Sunggal Nyaris Tidak Sehat
Bencana Banjir Terjang 6 Daerah di Sumut, Ribuan Kepala Keluarga Terdampak
Siswa Korban Keracunan MBG Hilang Ingatan, Gubernur Bobby Nasution Pastikan Pemprov Sumut Tanggung Jawab
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:22 WIB

Bobby Nasution Tekankan Penguatan Ekonomi Kawasan IMT-GT ke-32 Demi Kesejahteraan Bersama

Kamis, 10 September 2026 - 14:14 WIB

Bobby Nasution Usulkan Empat Skema Satukan Potensi Ekonomi 10 Provinsi Se-Sumatera

Rabu, 9 September 2026 - 13:49 WIB

Lepas Kontingen MTQ Nasional 2026, Gubernur Bobby Nasution Targetkan Sumut Tembus 4 Besar

Rabu, 9 September 2026 - 13:42 WIB

Perkuat Layanan Kesehatan, Gubernur Bobby Nasution Gandeng Korea Selatan Kembangkan Rumah Sakit di Sumut

Rabu, 9 September 2026 - 13:33 WIB

Atasi Banjir Jalan Letda Sujono Medan, Gubernur Bobby Nasution Targetkan Proyek Dimulai Awal 2027

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Pasar Rakyat dan Berobat Gratis Agrinas Palma Nusantara Diserbu Warga Labura

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:48 WIB