Niasselatan-Mediadelegasi: Perjuangan berat harus dialami sejumlah pelajar di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, demi bisa mengenyam pendidikan. Sebuah laporan yang diterima pada Senin (7/9/2026) mengungkapkan bahwa lima siswi di kawasan Kecamatan Aramo terpaksa melintasi jembatan gantung yang kondisinya sudah sangat lapuk, rusak parah, dan nyaris putus, demi bisa sampai ke sekolah.
Jembatan gantung lapuk tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Aramo dan Desa Hilisawato di Kecamatan Aramo.
Meski menyadari bahaya ekstrem yang mengintai di setiap langkah, para siswi ini tak memiliki pilihan lain. Jembatan terjal dan rusak tersebut menjadi rute utama yang harus mereka lalui demi menuju ke sekolah.
Perjuangan gigih para pelajar ini memicu keprihatinan publik. Muncul pertanyaan besar mengenai sampai kapan anak-anak di daerah pelosok harus menantang maut hanya untuk menuntut ilmu.
Masyarakat berharap pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki infrastruktur jembatan tersebut demi menjamin keselamatan para pelajar dan warga sekitar. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Miranda
Editor : Alan







