Medan-Mediadelegasi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengonfirmasi bahwa sebaran asap terdeteksi menyelimuti 14 kabupaten di Sumatera Utara. Daerah yang terpapar mencakup Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, hingga Mandailing Natal.
Kondisi sebaran asap ini memicu perhatian masyarakat terhadap paparan polusi dan Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan pemantauan laman IQAir pada Rabu (9/9/2026) pukul 07.00 WIB, kualitas udara di sejumlah wilayah utama Sumut secara umum berada pada kategori Sedang. Namun, beberapa kawasan mencatatkan konsentrasi partikel halus (PM2.5) yang cukup tinggi.
Berikut adalah data kualitas udara di Sumatera Utara:
- Sunggal: AQI 96 (Sedang) – PM2.5 sebesar 33,4 µg/m³
- Deli Tua: AQI 77 (Sedang) – PM2.5 sebesar 23,3 µg/m³
- Pematangsiantar: AQI 70 (Sedang) – PM2.5 sebesar 19,1 µg/m³
- Lubuk Pakam: AQI 64 (Sedang) – PM2.5 sebesar 16,4 µg/m³
- Binjai: AQI 64 (Sedang) – PM2.5 sebesar 16,0 µg/m³
- Belawan: AQI 63 (Sedang) – PM2.5 sebesar 15,5 µg/m³
- Berastagi: AQI 63 (Sedang) – PM2.5 sebesar 15,7 µg/m³
- Kota Medan: AQI 59 (Sedang) – PM2.5 sebesar 13,6 µg/m³
Wilayah Sunggal dan Deli Tua mencatatkan tingkat konsentrasi PM2.5 tertinggi. PM2.5 merupakan partikel mikroskopis berukuran ≤ 2,5 µm yang bersumber dari asap pembakaran biomassa, emisi kendaraan, serta aktivitas industri. Karena ukurannya yang amat kecil—sekitar 3% dari diameter rambut manusia—partikel beracun ini dapat menembus sistem pernapasan dalam hingga masuk ke aliran darah, yang berisiko memicu gangguan jantung, paru-paru, hingga kanker. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Miranda
Editor : Alan







