BPKN: Hati-hati Beli Emas untuk Investasi

- Penulis

Rabu, 16 April 2025 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi..

Foto: Ilustrasi..

Jakarta-Mediadelegasi:    Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli emas sebagai instrumen investasi. Hal ini karena dugaan terdapat banyak peredaran emas palsu.

“Kita harus memastikan bahwa emas yang kita beli memiliki sertifikasi dan benar-benar asli. Jadi hati-hati dan cermat sebagai pembeli,” kata Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN, Heru Sutadi, dalam sebuah acara perbincangan bersama Pro 3 RRI yang dikutip Mediadelegasi Medan, , Selasa (15/4).

Menurut Heru, dalam membeli emas, masyarakat juga perlu memastikan kadar karatnya, seperti 24 karat, Logam Mulia, atau 18 karat.

“Kita harus berhati-hati. Jangan sampai beli emas 18 karat, tapi dijual sebagai 24 karat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Edison Manurung: Rencana Prabowo-Gibran Bentuk BPN Harus Didukung

Pihaknya menyarankan agar masyarakat sebagai konsumen bersikap kritis dan cerdas dalam memilih instrumen investasi, termasuk investasi emas.

“Kalau dilihat trennya, harga emas memang naik, tetapi kenaikannya tidak cepat dan membutuhkan waktu yang cukup lama,” ucapnya.

Meski demikian, ia mempersilakan masyarakat untuk berinvestasi emas dalam jangka panjang.

Namun, jika investasi dilakukan dalam jangka pendek untuk tujuan spekulatif, maka masyarakat harus lebih waspada.

“Risiko penurunan harga masih terbuka, karena hal ini berkaitan dengan stabilitas ekonomi global dan suku bunga,” katanya.

Terkait investasi, Ia menjelaskan bahwa BPKN terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam spekulasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA:  Gerakan Penghijauan KMDT Sibolga Percepat Program Segitiga Emas Pariwisata

“Kita berharap masyarakat sebagai konsumen bisa kritis dan cerdas dalam memilih instrumen investasi. Sebaiknya jangan hanya ikut-ikutan dalam menentukan pilihan investasi,” ujarnya. D|Red

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Utang Pemerintah RI Mendekati 10 Ribu Triliun, Malah Tarik Utang Baru
KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi
MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi
Menkeu Bongkar 4 Modus Licik Eksportir Nakal, Negara Rugi Ratusan Miliar
Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 Defisit, Namun Ketahanan Eksternal Tetap Solid
Kemendagri Apresiasi Sumut Berhasil Tekan Inflasi, Bukti Keseriusan Kendalikan Harga
Sejumlah Kementerian Kembalikan Dana APBN Rp3,5 Triliun, Menkeu: ‘Mereka Nyerah Belanja’
Indonesia Genjot Industri Petrokimia Nasional: Kurangi Impor, Tingkatkan Kemandirian
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:35 WIB

Utang Pemerintah RI Mendekati 10 Ribu Triliun, Malah Tarik Utang Baru

Senin, 22 Desember 2025 - 15:11 WIB

KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi

Senin, 22 Desember 2025 - 12:20 WIB

MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:06 WIB

Menkeu Bongkar 4 Modus Licik Eksportir Nakal, Negara Rugi Ratusan Miliar

Jumat, 21 November 2025 - 13:42 WIB

Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 Defisit, Namun Ketahanan Eksternal Tetap Solid

Berita Terbaru