“Lampu ini memang menerangi gang kami, tapi cahaya sebenarnya datang dari hati Syech Ismail. Di tengah perang, dia masih memikirkan kami yang miskin di Aceh. Ini pelajaran besar: musibah berbeda, tapi kita satu umat.”
Bantuan lintas benua ini menjadi pengingat kuat bahwa di balik derita perang maupun bencana, cahaya kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan dari Gaza yang sedang berkabung, menuju Sriwijaya yang sedang bangkit dari kelam. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.








