Diduga Mengganggu Bini Orang, Warga Laporkan Keuchik ke Bupati

- Penulis

Sabtu, 12 September 2020 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cuplikan surat laporan masyarakat Gampong Paya Bili Dua, Kecamatan Birem Bayeun kepada Bupati Aceh Timur. Foto:D|Ist

Cuplikan surat laporan masyarakat Gampong Paya Bili Dua, Kecamatan Birem Bayeun kepada Bupati Aceh Timur. Foto:D|Ist

Aceh Timur-Mediadelegasi: Ketahuan mengganggu bini (istri) orang, warga desa mendesak dan meminta Keuchik (Kepala Desa-red) berinisial SW mengundurkan diri. Karena SW tak peduli dengan tuntutan warga, akhirnya dugaan perbuatan SW ‘mengganggu’ bini warganya sediri itu dilaporkan masyarakat kepada Bupati Aceh Timur.

Masyarakat Gampong Paya Bili Dua, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur merasa dipermalukan oleh SW, lantaran diduga telah mengganggu istri orang. “Warga kampung pun terpaksa melaporkan persoalan memalukan itu kepada Bupati Aceh Timur bersama dengan sejumlah alat bukti,” sebut Zul warga setempat kepada wartawan, Kamis 10 September 2020.

Menurut Zul melalui Ketua Tuha Peut Kampung (Badan Permusyawaratan Desa-red) dan anggotanya sebagai perwakilan masyarakat menyampaikan kepada bupati dengan harapan, dugaan kasus itu segera diproses. “Dugaan perbuatan Keuchik SW dinilai telah mencoreng nama baik kampung,” kata Zul.

BACA JUGA:  Keluhan Layanan PDAM, Marzuki Anjurkan Warga Sampaikan ke E-Lapor Langsa

Warga Gampong Paya Bili Dua berharap agar laporan ke Bupati segera tuntas. “Kami warga di sini meminta Keuchik harus turun dari jabatannya, karena SW Tidak pantas lagi menjabat Keuchik,” ungkap mereka.

Hendra Saputra, Ketua Tuha Peut Kampung Paya Bili Dua menjelaskan, persoalan Keuchik terserah masyarakat. “Apa yang menjadi harapan dan keputusan masyarakat, mungkin itu yang terbaik,” kata Hendra.

Pada prinsipnya, lanjut Hendra, masyarakat meminta agar Keuchik mau mengundurkan diri terkait persoalan nama baik Kampung Paya Bili Dua. “Namun atas dugaan warga sepertinya Keuchik tidak mau mengundurkan diri, sehingga masyarakat mengambil sikap dan melaporkan perihal ulah SW kepada Bupati Aceh Timur,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bobby Nasution : Empat Pulau Aceh Bukan Hadiah untuk Sumut

Menurut Hendra Saputra, selaku Ketua Tuha Peut dia hanya sebagai telangkai masyarakat. “Apa saja persoalan di dalam kampung sebenarnya dapat kita selesaikan musyawarah bersama demi kenyamanan dan kedamaian,” katanya.

Dia juga mengatakan, semua persoalan yang telah dilaporkan kepada Bupati, tinggal menunggu hasilnya.

Hingga berita ini tayang, Keuchik SW belum berhasil dikonfirmasi Mediadelegasi. D|Ach-78

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem Perpanjang Status Darurat Aceh Hingga Januari
Gelembung Gas Ditemukan Pasca Banjir Nagan Raya
Jusuf Kalla: Pengibaran Bendera GAM Hanyalah Luapan Emosional, Seorang Pria Diduga Provokator Diamankan
Aceh Terima Uluran Tangan dari Malaysia untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor
Jaksa Agung: 27 Perusahaan Diduga Kontribusi Banjir Bandang Sumatera Akibat Alih Fungsi Lahan
28 Persen Sentimen Negatif Terkait Banjir Sumatera-Aceh, DIR: Berpotensi Jadi Krisis Kepercayaan
Kolaborasi TNI-Komdigi Pulihkan Infrastruktur Komunikasi di Aceh
Fokus Trauma Healing Anak-Anak, BNI Salurkan Bantuan Tanggap Darurat di Aceh

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:05 WIB

Mualem Perpanjang Status Darurat Aceh Hingga Januari

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:33 WIB

Gelembung Gas Ditemukan Pasca Banjir Nagan Raya

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:54 WIB

Jusuf Kalla: Pengibaran Bendera GAM Hanyalah Luapan Emosional, Seorang Pria Diduga Provokator Diamankan

Senin, 29 Desember 2025 - 11:20 WIB

Aceh Terima Uluran Tangan dari Malaysia untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor

Jumat, 26 Desember 2025 - 15:41 WIB

Jaksa Agung: 27 Perusahaan Diduga Kontribusi Banjir Bandang Sumatera Akibat Alih Fungsi Lahan

Berita Terbaru