Prabowo Sampaikan Langkah Ekonomi 2027 di DPR: Hadapi Tantangan Dunia, Negara Harus Hadir Langsung

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Ia menegaskan kehadiran langsungnya sebagai langkah strategis merespons tantangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia yang berdampak langsung bagi Indonesia. Foto: Ist.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Ia menegaskan kehadiran langsungnya sebagai langkah strategis merespons tantangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia yang berdampak langsung bagi Indonesia. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara khusus hadir dan menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro (KEM) serta Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026). Kehadiran langsung Presiden di hadapan para wakil rakyat ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah langkah strategis menyikapi dinamika dunia yang semakin tidak menentu.

Di awal pidatonya, Prabowo menjelaskan latar belakang mengapa ia meminta waktu khusus untuk berdiri di hadapan anggota DPR dan menyampaikan sendiri arah kebijakan ekonomi serta fiskal negara. Ia menegaskan bahwa penyampaian ini merupakan pembicaraan pendahuluan yang sangat krusial dalam proses penyusunan rancangan anggaran negara untuk tahun mendatang.

“Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara APBN tahun 2027,” ujar Prabowo membuka pidato yang disimak penuh perhatian oleh seluruh peserta sidang.

Presiden menekankan bahwa saat ini bangsa Indonesia tidak hidup dalam ruang hampa, melainkan turut merasakan dampak langsung dari tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang sedang bergejolak. Situasi dunia saat ini dinilai penuh dengan konflik, ketegangan antarbangsa, serta ketidakpastian yang sangat mempengaruhi stabilitas dan kemajuan ekonomi setiap negara, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:  Bahasa Indonesia Mendunia: Pengakuan UNESCO dan Peran UMM dalam Diplomasi Kebahasaan

Prabowo kemudian menyoroti kondisi keamanan dunia yang semakin memanas. Ia menyebutkan bahwa peperangan dan konflik bersenjata kini terjadi di berbagai wilayah, mulai dari benua Eropa hingga kawasan Timur Tengah. Meski wilayah-wilayah tersebut secara geografis terlihat jauh dari batas wilayah Indonesia, dampak yang ditimbulkannya sangat nyata dan terasa hingga ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

“Peperangan terjadi di banyak tempat bahkan di Eropa, di Timur Tengah, di kawasan yang walaupun jauh dari kita tetapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan kita,” tegas Prabowo, mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan menghadapi dampak gelombang krisis global.

Menyikapi kondisi dunia yang berubah cepat dan penuh risiko tersebut, Prabowo memiliki pendirian yang tegas. Ia berkeyakinan bahwa di tengah situasi yang sulit dan penuh tekanan ini, pemegang kekuasaan tertinggi eksekutif harus turun langsung dan menyampaikan arah kebijakan, tidak cukup hanya diwakilkan kepada menteri atau pejabat terkait saja.

“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” tambahnya. Langkah ini diambil agar seluruh elemen bangsa memiliki pemahaman yang sama dan satu tujuan dalam mengelola keuangan negara demi menjaga kestabilan.

Sidang paripurna yang menjadi forum tertinggi di lembaga parlemen ini berlangsung sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh sejumlah pucuk pimpinan partai politik peserta pemilu yang duduk di kursi DPR. Kehadiran para ketua umum ini menandakan dukungan dan kepedulian seluruh kekuatan politik nasional terhadap arah pembangunan ekonomi ke depan.

BACA JUGA:  Erupsi Beruntun Gunung Semeru Muntahkan Abu Vulkanik Pekat

Terlihat hadir di antara barisan pimpinan partai, antara lain Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, serta Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzammil Yusuf. Selain itu, hadir pula Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sementara itu, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, terlihat menyapa para tamu undangan dan para ketua umum partai yang hadir setelah membuka jalannya sidang. Kehadiran Puan mewakili Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, yang berhalangan hadir dalam sidang penting kali ini, namun dukungan dan keterlibatan partai tetap terwakili sepenuhnya.

Pertemuan ini menjadi momen penting pertemuan antara eksekutif dan legislatif untuk menyamakan persepsi. Di bawah kepemimpinan Prabowo, pemerintah berkomitmen menyusun anggaran 2027 yang tangguh, adaptif, dan mampu melindungi kepentingan rakyat di tengah pusaran perubahan dan persaingan global yang semakin ketat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggaran Rp 10,3 Triliun Tahun 2027, Sebagian Besar untuk Pembangunan dan Rehabilitasi Fasilitas Peradilan
Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet, Terima Laporan Hasil Kunjungan Kerja Luar Negeri dan Perkembangan Investasi
BGN Bantah Hoaks Atas Nama Kepala Lembaga: Tak Ada Pembagian Keuntungan MBG ke Presiden
Perkuat Kemitraan Strategis, Prabowo Terima Kunjungan Menhan Jepang di Kertanegara
KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Gedung Pemkab Lamongan, Periksa Pejabat PT Brantas Abipraya
Kejagung Ungkap Kecurangan Pengadaan Motor Listrik BGN, Andri Mulyono Jadi Tersangka Kelima
Mabes TNI Jelaskan Kehadiran Prajurit di Bundaran HI: Hanya Bantu Polri, Tanggung Jawab Utama di Tangan Kepolisian
Kepala Badan Intelijen Negara Respons Ancaman Reformasi Jilid II Jelang Demo Hari Ini
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:06 WIB

Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggaran Rp 10,3 Triliun Tahun 2027, Sebagian Besar untuk Pembangunan dan Rehabilitasi Fasilitas Peradilan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:46 WIB

Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet, Terima Laporan Hasil Kunjungan Kerja Luar Negeri dan Perkembangan Investasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:45 WIB

BGN Bantah Hoaks Atas Nama Kepala Lembaga: Tak Ada Pembagian Keuntungan MBG ke Presiden

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:39 WIB

Perkuat Kemitraan Strategis, Prabowo Terima Kunjungan Menhan Jepang di Kertanegara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:43 WIB

KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Gedung Pemkab Lamongan, Periksa Pejabat PT Brantas Abipraya

Berita Terbaru