Selain itu, Kemlu bersama KBRI Teheran akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan pelayaran berlangsung tanpa gangguan.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi diplomasi Indonesia dalam menjaga kepentingan nasional, khususnya di sektor energi.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan optimisme terkait perkembangan tersebut.
Ia menyebut kebijakan “buka-tutup” di Selat Hormuz sebagai sinyal positif di tengah konflik yang belum mereda.
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut menunjukkan adanya ruang komunikasi bagi negara-negara non-konflik untuk tetap menggunakan jalur tersebut.
Hal ini memberikan angin segar bagi Indonesia yang masih bergantung pada distribusi minyak melalui kawasan tersebut.
Kelancaran pelayaran di Selat Hormuz sangat berpengaruh terhadap stabilitas pasokan energi nasional.
Dengan adanya jaminan keamanan dari Iran, diharapkan kapal tanker Pertamina dapat segera melanjutkan pelayaran dan mendukung kebutuhan energi dalam negeri.
Langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah pun dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







