Diskopindag Malang Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku UMKM di Kota Malang (Foto:Ist)

Pelaku UMKM di Kota Malang (Foto:Ist)

Malang-Mediadelegasi: Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menetapkan target ambisius bagi sektor ekonomi kerakyatan tahun ini. Sebanyak 10 persen atau sekitar 4.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ditargetkan mampu “naik kelas” pada tahun 2026.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyatakan bahwa jumlah total pelaku UMKM di Kota Malang saat ini mencapai 40 ribu orang. Upaya mendorong ribuan unit usaha tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi lokal di Jawa Timur.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/kinerja-ardan-noor-kepala-bapenda-sumut-mendapat-apresiasi/

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Strategi yang diusung untuk mencapai target tersebut merupakan pengembangan dari program tahun-tahun sebelumnya. Fokus utamanya terletak pada penguatan pendampingan kepada para pelaku usaha agar mereka memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Diskopindag Malang Fasilitasi UMKM Go International 2026

Pada tahun 2026, cakupan pendampingan oleh tim ahli akan diperluas secara signifikan. Diskopindag merencanakan setiap tim pendamping dapat menyentuh dan membina antara 50 hingga 100 pelaku UMKM secara intensif.

Materi pelatihan yang diberikan juga akan dibuat lebih mendalam dan detail. Tim pendamping diminta fokus pada aspek-aspek krusial yang sering menjadi kendala, seperti inovasi pengemasan produk (packaging) hingga strategi pemasaran modern.

Langkah penguatan ini diambil sebagai bentuk evaluasi atas capaian tahun 2025. Diskopindag mengakui bahwa jumlah UMKM yang naik kelas pada tahun lalu belum memenuhi target yang ditetapkan, sehingga diperlukan akselerasi di berbagai lini.

Sebuah UMKM dikategorikan naik kelas apabila memenuhi sejumlah indikator keberhasilan. Hal ini mencakup peningkatan omzet tahunan secara konsisten, kelengkapan legalitas atau izin usaha, serta peningkatan kualitas mutu produk yang dihasilkan.

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat baru sekitar 100-an UMKM yang berhasil naik kelas. Meskipun angka tersebut masih jauh dari target awal, Diskopindag tetap optimis bahwa dengan pendampingan yang lebih masif, target 4.000 UMKM tahun ini dapat tercapai.

Selain pasar domestik, pendampingan ini diarahkan agar produk UMKM Kota Malang mampu menembus pasar internasional. Fokus ekspor utama pada tahun ini ditujukan ke tiga negara potensial, yakni Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Selandia Baru.

Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 95 UMKM asal Kota Malang telah berhasil memasarkan produk mereka ke pasar global. Mayoritas komoditas yang diminati pasar internasional adalah produk olahan pangan, khususnya keripik tempe.

Jika digabungkan dengan sektor lain seperti kriya (kerajinan tangan), total nilai ekspor UMKM Kota Malang telah menyentuh angka sekitar Rp100 miliar. Capaian ini menjadi modal besar bagi pemerintah daerah untuk terus memperluas akses pasar luar negeri.

Pada tahun 2026, Diskopindag menargetkan volume ekspor produk UMKM meningkat hingga 50 persen. Untuk mencapainya, peran “Klinik Ekspor” akan dimaksimalkan guna memfasilitasi kerja sama luar negeri yang sudah terjalin sebelumnya.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maidi Terjaring OTT KPK Dugaan Fee Proyek
Bareskrim Ungkap Kasus Judi Online Internasional, 20 Tersangka Diamankan dari Jakarta hingga Jatim – 112 Rekening Diblokir
Jasa Marga Buka Gratis Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton untuk Nataru
Lahan Medan Club Akan Diserahkan Bobby ke Bank Sumut
Malang Jadi Pusat Edukasi Batik, Arumi Bachsin Resmikan Galeri dan Kurikulum
Cek Bodong dan Mobil Rental: Kakek 74 Tahun Nikahin Gadis 24 Tahun, Kini Kabur
Update Terkini Ponpes Al Khoziny: 19 Korban Dievakuasi Hari Ini, 45 Meninggal Dunia
Cak Imin Sentuh Hati: Angkat Santri Korban Ambruknya Mushala Jadi Anak Angkat!

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 16:20 WIB

Maidi Terjaring OTT KPK Dugaan Fee Proyek

Senin, 19 Januari 2026 - 15:31 WIB

Diskopindag Malang Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:32 WIB

Bareskrim Ungkap Kasus Judi Online Internasional, 20 Tersangka Diamankan dari Jakarta hingga Jatim – 112 Rekening Diblokir

Senin, 22 Desember 2025 - 13:02 WIB

Jasa Marga Buka Gratis Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton untuk Nataru

Senin, 17 November 2025 - 09:24 WIB

Lahan Medan Club Akan Diserahkan Bobby ke Bank Sumut

Berita Terbaru